Kuasa Hukum David Handoko Ungkap Kelebihan Uang 21 Miliar

Surabaya, Akuratnews.com - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, kembali menggelar sidang dugaan penipuan dengan terdakwa David Handoko, Senin (5/4/21).

Dalam sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi ini, terungkap adanya kelebihan uang yang ditransfer David Handoko ke rekening pribadi Anna Prayugo, senilai 21 miliar rupiah.

Dikatakan Yudi Wibowo Sukinto, selaku kuasa hukum David Handoko, bahwa ada uang kliennya yang seharusnya dikembalikan Anna Prayugo karena kelebihan transfer,nilainya Rp. 21 miliar.

Yudi Wibowo Sukinto menjelaskan bahwa perkara ini berawal dari kerugian sebesar Rp. 3 Miliar yang dilaporkan Anna Prayugo, dengan berbekal bukti cek kosong.

"Cek kosong itu sebenarnya sudah diganti David Handoko. Setelah dibuat bukti, David dipanggil polisi untuk diperiksa," jelas Yudi Wibowo, usai persidangan, Senin (5/4/2021).

Lebih lanjut Yudi menjelaskan, dalam pemeriksaan polisi, David menolak jika dirinya dituding punya hutang. Karena katanya, Anna memberikan uang untuk kerjasama.

"Anna kemudian melakukan penghitungan dan jumlahnya berubah menjadi Rp. 54 miliar. Uang ini keluar-masuk selama 4 tahun," beber Yudi.

Jika ditotal, kata Yudi, semua selama empat tahun itu, uang yang ditransfer David jumlahnya Rp. 74 miliar sehingga jika dihitung, ada kelebihan sebesar Rp. 21 miliar.

Yudi juga menjelaskan, dalam pemeriksaan di kepolisian, uang sebesar Rp.21 miliar itu disimpan, seolah-olah David menerima Rp. 54 miliar namun yang dikembalikan Rp. 22 miliar. Kekurangan sebesar Rp. 23 miliar inilah yang akhirnya membuat David Handoko sebagai terdakwa.

Dari penjelasannya, Yudi berpendapat, bahwa perkara ini bukan pidana, namun perdata, karena David ada kurang bayar sekitar Rp. 23 miliar. Dan jika memang ada pidananya, mengapa baru dilaporkan sekarang.

Selain itu, lanjut Yudi, ia menilai bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) terlihat kebingungan dan terus mencari-cari kesalahan terdakwa David Handoko.

"Hal itu terlihat dari saksi-saksi fakta yang sudah dihadirkan jaksa mulai awal persidangan digelar sampai dengan terakhir. Semua adalah orang terdekat David Handoko," papar Yudi.

Dari semua saksi yang dihadirkan jaksa tersebut, semua ditanya tentang aliran dana di PT. Handoko Putra Jaya maupun PT. Tunggal Raksa Sejati, perusahaan David Handoko yang tidak ada kaitannya dengan perkara ini.

Sementara itu, pada persidangan yang digelar secara virtual di ruang sidang Tirta 1 PN Surabaya, JPU Winarko menghadirkan, Anne Riskywanti, karyawan bagian administrasi di PT. Tunggal Raksa Sejati, sebagai saksi fakta.

Saat sidang, saksi Anne ditanya majelis hakim terkait proyek-proyek yang pernah ditangani PT. Tunggal Raksa Sejati dengan Armatim.

Saksi juga ditanyai, apakah dikantornya PT. Tunggal Raksa Sejati itu terpampang foto-foto David Handoko dengan jenderal-jenderal TNI.

Dipersidangan ini juga, saksi banyak menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang apa keperluan Anna Prayugo kepada David Handoko, tentang proyek-proyek David Handoko di Armatim.

Saat ditanya soal adanya transfer yang dilakukan David Handoko, dari rekening pribadinya ke PT. Tunggal Raksa Sejati, Anne Riskywanti mengaku tidak tahu darimana sumber uang itu dan terdakwa David tidak pernah memberitahu.

Saksi Anne juga mengaku tidak tahu apakah Anna Prayugo juga berinvestasi di perusahaan, milik David Handoko.

Saat sidang, Yudi bertanya ke saksi Anne, apakah ia mengetahui pengertian alutsista? Saksi menjawab tidak tahu. Setelah memberitahu tentang alutsista, seperti senjata api, helikopter, kapal terbang, Yudi kemudian bertanya, apakah David Handoko berdagang alutsista seperti itu? Saksi menjawab tidak.

"Jadi, yang diperdagangkan David itu cat? Apakah cat itu khusus atau cat pada umumnya?," tanya Yudi. Mendapat pertanyaan ini, saksi menjawab cat khusus.

Mengenai cat khusus yang dijual perusahaan David tersebut, Anne menjelaskan bahwa, hanya agen tunggal saja yang bisa membeli cat khusus tersebut.

"Kami adalah agen khusus untuk cat itu. Armatim tidak bisa mengadakan cat tersebut tanpa melalui kami," terang Anne.

Untuk masalah hukum antara David Handoko dengan Anna Prayugo, saksi menjawab banyak tidak tahu. Saksi kembali menjawab tidak tahu ketika Yudi Wibowo bertanya kepadanya tentang adanya dugaan tindak pidana penipuan, sebagaimana yang dituduhkan JPU kepada terdakwa David Handoko.

Saksi kemudian mengatakan bahwa dirinya menjadi saksi pada persidangan ini karena adanya aliran dana pada rekening pribadinya dari terdakwa David Handoko sebanyak Rp. 4,1 miliar dari rekening perusahaan.

Uang yang ditransfer terdakwa itu, menurut saksi, untuk keperluan belanja barang dan keperluan perusahaan.

Lalu, saksi juga mengakui adanya transfer masuk ke rekening pribadi saksi dari David Handoko sebesar Rp. 2,5 miliar. Menurut keterangan saksi, hal itu biasa dilakukan dan peruntukannya untuk belanja barang. Dan ini saksi sudah lakukan hampir 5 tahun lamanya.

Terkait tentang proyek yang diperoleh perusahaan David dibidang pengadaan cat, jaksa Winarko pun bertanya, jika dibuat rata-rata dalam satu tahunnya, dapat berapa banyak proyek? Saksi menjawab tidak pasti, terkadang empat, bisa lima bahkan pernah 15 kali.

"Awal tahun, proyek itu ada sekitar Februari-Maret, untuk akhir tahun, proyek itu ada sekitar November," papar Anne.

Untuk diketahui, dalam perkara ini, JPU di surat dakwaannya menjerat David Handoko dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Penulis:

Baca Juga