Kuasa Hukum JE Sebut Penolakan Praperadilan Bukan Karena Penetapan Tersangka

Kuasa Hukum JE, Philipus Sitepu, saat ditemui di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (24/1/22)

AKURATNEWS - Permohonan Praperadiilan terhadap Kapolda Jatim, yang dilayangkan oleh JE (49) tersangka kasus pencabulan, di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), atas penetapan tersangka, akhirnya ditolak oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (24/1/22) siang.

Dalam sidang praperadilan itu, Hakim tunggal, Martin Ginting mengungkapkan, penolakan permohonan tersebut dipertimbangkan berdasarkan keterangan saksi-saksi yang diajukan baik dari pihak pemohon maupun pihak Polda Jatim (termohon), serta fakta persidangan. Maka Ia pun memutuskan bahwa permohonan dari pihak JE ditolak sepenuhnya.

"Mengadili, menyatakan permohonan praperadilan tidak dapat diterima. Kemudian, pemohon diminta mengganti biaya perkara persidangan," ujar Martin di Ruang Cakra PN Surabaya, Senin (24/1/2022).

Pada amar putusannya, Martin juga menyatakan praperadilan ini seharusnya melibatkan pihak Kejaksaan Tinggi Jatim. Pasalnya, pihak Kejati yang bertanggung jawab atas prapentututan dan kelengkapan alat bukti kasus. Dalam hal ini, perkara dugaan pemerkosaan oleh JE terhadap siswi-siswinya masih dikembalikan oleh jaksa ke penyidik Polda Jatim karena bukti yang kurang lengkap.

"Pengadilan berpendapat, pihak Kejati harus dilibatkan dalam perkara ini untuk menjelaskan perkara ini," terang Hakim asal Sumatera Utara tersebut.

"Kejati Jatim mengembalikan perkara 2 kali karena belum terpenuhinya alat bukti. Penyidikan terhadap tersangka termohon tidak disertai bukti yang cukup," kata Ginting mengutip dalil yang diajukan oleh pihak JE.

Ditemui usai persidangan, Kuasa Hukum JE, Philipus Sitepu mengatakan bahwa ditolaknya permohonan tersebut bukan karena pihak Pengadilan membenarkan penetapan tersangka terhadap kliennya.

“Putusan itu belum memasuki pokok perkara. Hanya dibilang Kejaksaan harus menjadi  pihak. Jadi ini kurang pihak, bukan berarti disampaikan penetapan tersangka itu sudah benar,” kata Philipus.

Disinggung terkait akan adanya permohonan praperadilan lagi, Philipus menyatakan akan mempertimbangkan. “ Nanti kita pertimbangkan,” jawabnya singkat.

Perlu diketahui, sidang praperadilan ini telah dimulai sejak Jumat (14/1/2022). JE melayangkan gugatannya terhadap Kapolda Jatim karena merasa penyidikan dan penetapan tersangkanya tidak sah. Pihak JE pun memberikan dua permohonan yaitu penghentian proses penyidikan terhadap JE serta membatalkan status tersangkanya. Alasannya, tidak tercukupi alat bukti dalam perkara tersebut.

Penulis:

Baca Juga