The Longest Drummer in The World

Kunto Hartono Pecahkan Rekor Dunia Sebagai Penabuh Drum Selama 145 Jam Nonstop

Kunto Hartono. Kanan: Bupati Sidoarjo, H. Saifullah (tengah) didampingi Ketua DPRD Sidoarjo, H. Usman bersama panitia dan anak-anak yatim piatu.
Kunto Hartono. Kanan: Bupati Sidoarjo, H. Saifullah (tengah) didampingi Ketua DPRD Sidoarjo, H. Usman bersama panitia dan anak-anak yatim piatu.

Sidoarjo, Akuratnews.com - Meski, namanya mendunia, namun perhatiannya terhadap nasib anak-anak yang tidak memiliki orangtua sungguh besar dan patut dijadikan teladan.

Itulah Kunto Hartono, pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur yang memecahkan rekor dunia sebagai penabuh drum selama 145 jam nonstop di Palembang, Sumatera Selatan dua tahun silam. Akhirnya, nama Kunto Hartono pun tercatat masuk 'World Guinness Book of The Record" sebagai 'The Longest Drummer in The World'.

Tepatnya, Minggu (8/12/2019), bertempat di Alun-alun Sidoarjo, Kunto kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam pergelaran bertitel "Online Donations For Indonesian Orphans#Drum4YatimPiatu." Dia menggebuk drum sembari mata ditutup, telinga disumpal dan mulut dilakban selama 7,26 jam nonstop, sejak pukul 15.00 hingga 22.26 WIB.

Penampilan Kunto itu, bertujuan untuk menggalang dana bagi puluhan ribu anak-anak yatim piatu dari ratusan panti asuhan yang tergabung dalam Forum Kerjasama Panti Asuhan Islam (FKPAIS) Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, didampingi Ketua DPRD Sidoarjo, H. Usman saat menghadiri acara tersebut, menuturkan, pihaknya mengapresiasi apa yang diperbuat Kunto itu.

"Apa yang dilakukan Kunto benar-benar mulia dan sangat bagus, karena lewat keahliannya, dia mengajak masyarakat peduli anak-anak yatim piatu," tuturnya.

Selanjutnya, Ust. Mustofa selaku ketua panitia acara, mengemukakan, pertunjukan ini dapat memberikan motivasi semangat berkarya anak-anak yatim piatu, sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap nasib mereka.

"Tak disangka, Mas Kunto membuat gebrakan ini, ya semoga mampu memotivasi anak-anak yatim piatu, ketika orangtua tidak ada, bukan berarti pupus segala yang dicita-citakan. Juga, bagi masyarakat yang ingin donasi untuk anak-anak yatim piatu, bisa melalui Mandiri Syari’ah IDR#7097582437 Swift Code DRUM4Y a/n FKPAIS," katanya.

Sementara itu, Ketua FKPAIS Jawa Timur, Rumadi menjelaskan, forum ini beranggotakan 966 panti asuhan tersebar di seluruh daerah di Jawa Timur, mengasuh sebanyak 27.300 anak yatim piatu.

Rumadi juga menyampaikan rasa terima kasih pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, karena memperhatikan anak-anak yatim piatu setempat. Terbukti, jatah makan mereka ditingkatkan dari Rp3 ribu menjadi Rp7 ribu/hari.

“Terimakasih sebesar-besarnya, karena Pak Bupati menaikkan jatah makan anak-anak yatim piatu di Sidoarjo lebih dari 100% tahun ini," ucapnya tersenyum.

Baca Juga