Kurdo Blora Kubur Puluhan Kerbau Warga

Blora, Akuratnews.com - Lokasi wisata Geologi Kesongo, Blora, Jawa Tengah mendadak gempar. Semburan lumpur bercampur gas muncul di lokasi yang terletak di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora, Kamis (27/8) sekitar pukul 05.00 WIB.

Seorang warga sempat menghirup gas beracun itu hingga mengalami mual-mual. Warno (40) warga desa Gabusan yang menghirup gas beracun itu dan mual-mual. Korban sempat dibawa ke Puskesmas terdekat dan rawat jalan ke RS.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, menurut saksi mata, Suyatin (46), warga Dukuh Sucen, Desa Gabusan, peristiwa alam Kurdo (keluarnya lumpur dan gas beracun dari dalam tanah) ini disertai dengan letupan setinggi 1,5 meter.

Lumpur juga sempat mengubur 19 ekor kerbau yang ada di sekitar lokasi.  Seekor di antaraya sudah berhasil ditemukan dalam kondisi hidup, sementara 18 ekor lainnya masih dalam pencarian.

''Saya sudah kroscek, memang ada 19 ekor kerbau yang ikut terkubur dalam semburan lumpur di Kesongo itu. Namun seekor diantaranya sudah berhasil ditemukan dalam kondisi hidup,'' jelas  Imam (37), anggota Karang Taruna Kecamatan Jati dan anggota BPD desa setempat.

Namun menurut kronologis dari pihak kepolisian setempat, jumlah kerbau yang terkubur adalah 10 ekor dengan kerugian materi ditaksir sebesar Rp100 juta.

Berikut kronologinya versi polisi:

Pada hari Kamis tanggal 27 Agustus 2020 sekira pukul 05.00 WIB saksi 1 sekaligus korban (Warno) akan mengeluarkan kerbau untuk di gembala di area lokasi kejadian.

Sekira pukul 05.30 WIB saksi 1 sekaligus korban (Warno) merasakan tanah bergetar dan melihat pecah mengeluarkan lumpur dan melihat sebagian kerbaunya terkubur lumpur tersebut dan ternak lainya berhamburan.

Korban berniat menyelamatkan diri dengan berlari tanpa menghiraukan ternaknya lagi. Sedang 3 orang yaitu saksi 2 (Suyatin), saksi 3 (Sukimin) dan saksi 4 (Wariyo) yang berada di belakang kandang kurang dari jarak 50 meter juga berlari menyelamatkan diri.

Para saksi berlari meminta tolong kepada warga kampung, Selanjutnya ada Letusan Susulan dengan durasi kurang dari 10 menit.

Korban/saksi 1 (Warino) ditemukan warga sudah lemas karena menghirup asap belerang dari letusan tersebut. Selanjutnya korban langsung dibawa Ke Puskesmas Doplang. Kemudian dirujuk Ke RS Habibullah Purwodadi Grobogan dan pukul 10.00 korban sudah kembali ke rumah dan dinyatakan sembuh.

Hingga pukul 10.00 WIB puluhan ternak belum ditemukan dan diduga terkubur material lumpur sekitar 17 ekor kerbau.

Menurut keterangan warga sekitar lokasi peristiwa tersebut sudah terbiasa terjadi beberapa tahun sekali (faktor alam).

Kondisi saat ini untuk semburan lumpur sudah berkurang tinggal gas masih keluar dan dikhawatirkan arah angin akan membawa gas tersebut ke pemukiman warga.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga