Kurma, Buah yang Diincar Selama Ramadan

Akuratnews.com - Buah kurma pada Ramadan 1441 Hijriah masih diincar umat Muslim di tengah penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Buah kurma masih banyak dicari, meski pembeli datang sendiri, maupun memesan secara 'online' (daring)," kata pemilik toko yang menjual kurma di kawasan Pasar Cidu Makassar, Hudaya, di Makassar, Kamis, 7 Mei 2020.

Pembelian kurma diakui menurun saat Ramadan tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Namun Hudaya masih bersyukur karena cukup banyak pembeli yang mencari buah kurma, meski volume pembeliannya menurun.

Sebagai gambaran, lanjut Hudaya, pembeli pada Ramadan tahun lalu rata-rata membeli kurma 2-3 kilogram, kini 0,5- 1 kilogram dengan harga kurma yang bervariasi, sesuai dengan jenisnya, mulai Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram. (Tempo.co, 8/5/2020)

Sahabat, mengapa buah kurma sangat identik dan sering ditemui di bulan Ramadan? Sebelum itu, mari kita berkenalan dengan sejarah kurma, yuk!

Kurma adalah buah yang banyak tumbuh di daerah padang pasir, seperti halnya negara di Timur Tengah. Masyarakat Timur Tengah menjadikan kurma sebagai kebutuhan pokok sejak ribuan tahun yang lalu.

Selain buahnya dimakan, ada yang menjadikan batang kurma sebagai pondasi rumah, ada yang menjadikan pelepah kurma sebagai atap rumah, dan juga sebagai tikar.

Hal ini dapat dibuktikan di sebuah kuburan Mesir Kuno terdapat mumi yang ditutupi oleh tikar yang terbuat dari pelepah kurma. Ditemukan pula pohon kurma utuh di sebuah kuburan kuno daerah Shakra dan kuburan itu sudah ada sejak 3200 tahun sebelum masehi.

Pohon kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia yang sudah dibudidayakan sejak sekitar 4000 sebelum masehi. Pohon kurma bisa tumbuh sekitar 12 sampai 30 meter. Uniknya, saat panen, satu pohon kurma dapat menghasilkan buah kurma hingga 100 kilogram.

Lantas, mengapa kurma selalu identik dengan bulan Ramadan? Anjuran mengonsumsi kurma saat berbuka puasa adalah hadis dari Anas bin Malik, ia berkata: "Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.”

Anjuran tersebut memberikan beberapa pelajaran termasuk untuk anjuran bersegera dalam berbuka puasa. Hal ini dikarenakan rasa kurma yang manis dapat dengan cepat meresap dan diterima oleh liver. Sehingga, liver dapat memproses dan mengirimkan zat yang dihasilkannya ke seluruh anggota tubuh dan otak.

Menurut Ustadz Dr Anwar Mufti Rahimullah, zat-zat yang mengandung gula (glukosa dan fruktosa) memerlukan waktu hanya 5-10 menit untuk dapat terserap ke dalam usus manusia ketika dalam keadaan kosong. Sedangkan, bagi manusia yang berbuka puasa dengan mendahulukan makan dan minum yang kurang mengandung unsur gula maka membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk dapat terserap ke dalam ususnya.

Namun, ketahui juga sahabat, walaupun buah kurma memiliki khasiat yang baik bagi tubuh, kita cukup memakan tiga kurma saja seperti yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dikarenakan kandungan kalori dalam kurma cukup tinggi.

Berdasarkan studi dari Departement of Agriculture Amerika Serikat, sebutir kurma (tujuh gram) memiliki kandungan kalori sebesar 20 kkal. Tak hanya itu, kandungan gula pada satu butir kurma termasuk tinggi, yaitu setara dengan 4,5 gram gula.

Sehingga, jika sahabat mengkonsumsi kurma sebanyak 10-14 gram buah dalam sehari maka mendapat kandungan gula sebanyak 63,3 gram. Sedangkan untuk tubuh orang dewasa saja, hanya membutuhkan maksimal 50 gram kandungan gula dalam sehari. Maka dari itu, penting bagi sahabat untuk mengonsumsi buah kurma secukupnya saja.

Sahabat, di bulan Ramadan, jumlah impor kurma meningkat. Walaupun di Indonesia memiliki pohon kurma. Namun, pasokan komoditas kurma tidak mencukupi kebutuhan selama bulan Ramadan. Sehingga, pemerintah Indonesia selalu meningkatkan jumlah impor kurma dari negara-negara Timur Tengah. Kenaikannya pun kadang bisa sampai empat kali lipat dibanding bulan-bulan lainnya.

Hal ini terbukti ketika Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan data keterangan adanya peningkatan impor buah kurma di tahun 2020. Hal ini tercatat data impor kurma pada bulan Maret 2020 ada 25,9 juta dollar AS. Tentunya realisasi ini mengalami kenaikan sebanayak 52,35% dibandingkan dengan bulan Maret 2019 lalu senilai 19 juta dollar AS.

Tak heran jika buah kurma sangat mendominasi di pasar tradisional atau supermarket saat bulan Ramadan. Jadi, apakah sahabat sudah sedia kurma di rumah?

Baca Juga