La Nyalla Kejutkan Surabaya Survey Center

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti, menyodok di jajaran lima besar bakal calon Gubernur Jatim dalam Pilkada 2018.

La Nyalla diyakini bakal menjadi kuda hitam setelah banyak melakukan sosialisasi dalam beberapa periode terakhir di Provinsi Jawa Timur.

Dalam survey yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center  (SSC), La Nyalla masuk dalam lima besar tokoh Jatim yang pantas maju sebagai Calon Gubernur Jatim mendatang.

Pada survey yang digelar pada 10-30 Juni 2017 di Jawa Timur, menunjukkan seandainya Pilgub Jatim dilaksanakan saat ini, setidaknya ada lima kandidat yang diperhitungkan publik untuk berkompetisi sebagai Cagub.

Mereka adalah Saifullah Yusuf, Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa, Abdullah Azwar Anas dan La Nyalla M Mattalitti.

Hal ini menandakan ke lima nama tersebutlah yang cukup melekat di memori publik Jatim sebagai Cagub. Tapi yang harus diingat, menurut sumber di SSC, undecided voters masih cukup tinggi (28.00 persen) dan waktu penyelenggaraan kurang dari satu tahun memungkinkan muncul dinamika politik fluktuatif.

Dalam hal popularitas, nama Khofifah IP, Saifullah Yusuf dan Tri Rismaharini merupakan kandidat-kandidat yang memiliki popolaritas cukup tinggi yakni di atas 50 persen. Disamping itu nama Anang Hermansyah, Abdullah Azwar Anas dan Mahfud MD menguntit di belakangnya dengan popularitas juga di atas 50 persen.

Jika nama Khofifah IP yang paling populer (dikenal), maka nama Risma adalah yang paling akseptabel (disuka) oleh publik Jatim, disusul Saufullah Yusuf dan baru Khofifah IP.

Dalam simulasi 24 kandidat, nama-nama Saifullah Yusuf, Tri Rismaharini, Khofifah IP, Abdullah Anas dan La Nyalla M Mattalitti adalah 5 kandidat yang memiliki elektabilitas paling tinggi

Kalau Khofifah IP kandidat paling populer (dikenal) dan Tri Rismaharini kandidat paling akseptabel (disuka), maka Saifullah Yusuf kandidat yang paling elektabel (dpilih).

Ini sekaligus menunjukkan fakta, antara popularitas, aksebtabilitas dan elektabilitas tidak selalu berbanding lurus dimana masing-masing memerlukan pemahaman dan perlakuan strategis berbeda-beda.

Menurut pendapat publik Jatim, sesuai survey yang dilakukan SSC, jika Cagub Jatim dari kalangan NU, maka seyogyanya Cawagubnya dari kalangan politisi terutama dari kalangan nasionalis, sebanyak 24.40 persen publik Jatim setidaknya berpendapat demikian.

Sebanyak 16.90 persen publik Jatim menginginkan Cawagub juga dari NU dan hanya 11.40 persen berpendapat Cagub harusnya dari kalangan Muhammadiyah.

Jumlah sampel dalam survey ini adalah 800 responden, yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (Stratified multistage random sampling). Margin of error dalam survey tersebut diperkirakan sebesar 3,5 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner. Penentuan responden dalam setiap KK dilakukan dengan bantuan kish grid. (Lano)

Penulis:

Baca Juga