Lagi, Kota Depok jadi TKP Penangkapan Buronan Korps Adhyaksa

Kasi Intel Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto (kiri) pasca penangkapan buronan 11 tahun Kejati Selsel Jumat,(9/4)

Akuratnews.com- Korps Adhyaksa kembali tangkap buronan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Depok. Dua buronan Kejaksaan itu ditangkap didua lokasi berbeda dalam dua kasus berbeda pada April 2021.

Satu buronan koruptor diantaranya bahkan sudah masuk DPO 11 tahun lalu dan dinyatakan telah menikmati dana lebih kurang Rp.1 miliar dari total kerugian negara capai 41 miliar akhirnya ditangkap 9 April 2021 lalu di Depok, Jawa Barat.

Penangkapan koruptor DPO 11 tahun Kejari Mamuju dilakukan gabungan jajaran korps Adhyaksa dari Kejaksaan Negeri Depok, Kejaksaan Tinggi Sulsel dan Tim Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) Kejaksaan Agung.

Kasi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto mengatakan terpidana wanita yang jadi DPO Kejari Mamuju ditangkap saat berada di dalam rumah kontrakan di Jalan Pulo Sukatani, Tapos Kota Depok.

"Angka kerugian negara yang dinikmati terpidana Meryasti Tangke Padang senilai lebih kurang 1 Miliar dari total 41 miliar ", kata Herlangga Minggu, (11/9).

Dikatakan Herlangga, angka 1 miliar itu sama dengan uang penganti yang dinikmati langsung terpidana empat tahun penjara putusan Pengadilan Tinggi Makasar 13 Februari 2009 lalu.

"Jadi itu uang penganti dan kerugian negara totalnya 41 miliar", jelas Herlangga kepada Akuratnews.com.

Dia mengatakan keberadaan terpidana sudah dideteksi dari seminggu yang lalu sebelum penangkapan di pimpin Kajati Sulawesi Barat Jhony Manurung berlangsung.

"Dari pihak kami (Kejari Depok) libatkan seluruh personil seksi intelijen dan Pidana Khusus, bersama teman-teman dari Asintel Kejati Sulbar", jelasnya.

Tim Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) Kejaksaan Agung, lanjut Herlangga, bertugas untuk menyadap komunikasi.

Sementara itu, tak berselang lama, penangkapan buronan juga dilakukan Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Depok.

TS buronan kasus penguasaan lahan PT KAI Medan seluas 597 meter diketahui ditangkap Minggu,(11/4) malam.

TS yang jadi DPO Kejati Sumut pada Januari 2020 lalu juga ditangkap di rumah kontrakannya di Jalan Caringin Gg Haji Amsir, Pancoran Mas, Depok.

"Yang bersangkutan ditangkap semalam sore di rumah kontrakannya", kata Asintel Kejati Sumut, Dwi Setyo Budi Utomo melalui Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar pada wartawan seperti dikutip Akuratnews.com, Minggu,(11/4).

Tersangka telah diserahkan kepada Tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut. Tersangka telah dititipkan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polda Sumatera Utara (Sumut) selama 20 hari terhitung mulai 10-29 April 2021.

Penulis:

Baca Juga