Lakukan Ujaran Kebencian Terkait SARA Di Media Sosial, Mahasiwa Di Medan Diganjar Hukuman 1 Tahun Lebih

Medan, Akuratnews.com -Dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian melalui media sosial, terdakwa Agung Kurnia Ritonga (22) mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) , diganjar selama 1 tahun penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan.

Putusan
terhadap terdakwa tersebut dibacakan oleh majelis hakim diketuai Erwan Effendi
dalam persidangan yang digelar di Ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan, Selasa
(12/3/2019).

Dalam putusannya,
majelis hakim menyatakan terdakwa  terbukti melanggar Pasal 28 ayat (2) jo
Pasal 45 A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU Nonor
11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Menghukum
terdakwa Agung Kurnia Ritonga dengan pidana penjara selama 1 tahun
penjara," ucap Erwan di muka persidangan.

Dalam amar
putusannya, majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa dinilai dapat memecah
kerukunan umat beragama. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan
dan mengakui perbuatannya, tidak pernah dihukum. Selain itu, terdakwa juga
sudah meminta maaf atas perbuatannya melalui Instagram.

Putusan ini
lebih rendah dari tuntutan JPU Rahmi Shafrina yang meminta agar pemuda
berkacamata itu dihukum dengan 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta
subsider 6 bulan kurungan. Menyikapi putusan ini, baik JPU dan terdakwa
menyatakan menerima.

Dalam perkara
ini, Agung didakwa telah dengan sengaja dan tanpa hak mentransmisikan/mendistribusikan
informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan
individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama,
ras dan antar golongan (SARA).

Terdakwa
dinyatakan melakukan perbuatan itu di kedai kopi Rooster Koffie Jalan Laksana ,
Medan, pada Rabu (24/10/2018). Saat itu terdakwa memposting instastory
menggunakan handphone android miliknya.

Pada akun
Instagram pribadi terdakwa dengan nama akun patipadam, dia menuliskan kalimat
"Kenapa rupanya kalo bendera tauhid dibakar? Tuhan kalian ikut terbakar
rupanya? Makanya, jangan banyak kali ikut pengajian yang ngajarkan budaya, jadi
tolol bangsad Tuhan kalian aja anteng diatas lagi gitaran sambil mabuk amer dan
nulis puisi bokep, klen pulak yang sibuk".

Perbuatan terdakwa sempat memantik kemarahan massa. Ratusan warga yang mengetahui postingan pemuda itu spontan mendatangi rumahnya di Jalan Puri Medan, Rabu (24/10/2018) malam. Namun, mahasiswa semester IX itu telah dibawa keluarganya menyelamatkan diri. Warga pun melaporkan Agung ke Polda Sumut. Dia kemudian ditahan dan diadili. (HSP)

Penulis:

Baca Juga