Lampu Merah Plered Diretas Lagi dengan Kalimat Tidak Senonoh

Cirebon, Akuratnews.com - Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di lampu merah Plered, diretas orang (hacker) yang tidak bertanggung jawab dengan kalimat tidak senonoh.

Mengetahui itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon (Dishub) berinisiatif mematikannya pada Sabtu (16/2) kemarin.

Belakangan, masyarakat Kabupaten Cirebon khususnya yang melintas di lampu merah Plered, dibuat salah fokus terhadap APILL yang bertuliskan kalimat “nyeleneh”. Yakni “Hey Tayyoo-Hey Tayyoo”.

Bahkan, dua hari kemarin, kalimat tersebut berubah menjadi kalimat yang dianggap tidak senonoh dibaca oleh khalayak.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Abraham Mohammad mengatakan, hal itu merupakan ulah oknum peretas yang tidak bertanggung jawab. Mengatahui itu, pihaknya langsung mematikan paksa APILL tersebut.

Namun, Abraham begitu menyayangkan pihak Dinas Perhubungan Provinsi, yang menurutnya lamban dalam melakukan penanganan. Lanjutnya, karena hal itu merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat melalui balainya.

“Kami sudah melayangkan surat dan berkomunikasi. Cuma telat sekali dalam penindakannya. Sementara itu, sudah dibaca oleh khalayak umum. Untuk wilayah 3 Cirebon ini kan ada balai yang dari provinsi. Sebenarnya ada nggak orangnya? Itu kan dianggarkan pemerintah provinsi,” sesalnya.

Kadishub berharap, jika ada kejadian serupa, baik di lampu merah Plered atau lainnya, pihak Provinsi Jawa Barat melalui balainya dapat merespons dengan cepat. Dan menindaklanjuti permasalahan yang ada di lapangan.

Menurutnya, selama ini masyarakat banyak yang salah arti dan menyangka hal tersebut merupakan kesengajaan dan sepenuhnya kewenangan Dishub Kabupaten.

Seperti diketahui, running teks LED di lampu merah Plered, berada di jalan nasional. Ramai di media sosial, Dishub berkoordinasi dengan pihak Lantas Polres Cirebon untuk mematikannya.

“Karena koordinasi kita tidak ada respons dari pihak terkait yang mempunyai kewenangan. Sedangkan masyarakat sendiri sudah resah. Kita matikan paksa running teksnya. Artinya, saat kita koordinasi, saya harap langsung direspons, jangan dibiarkan hingga menimbulkan keresahan,” terangnya.

Jurnalis: Rio Wartono AS

Penulis:

Baca Juga