Layanan Kesehatan Disorot, Dinkes Depok Maksimalkan Lima Langkah Ini

Depok, Akuratnews.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok akan lebih maksimalkan lima langkah layanan kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Hal itu ditegaskan pihak Dinkes Depok pasca diketahui terdapatnya seorang pasien pengidap penyakit paru-paru yang menerima obat kadaluwarsa di Puskesmas Vila Pertiwi Cilodong, Kota Depok dan jadi sorotan publik.

Lantaran itu, pihak Dinkes Depok juga
mengimbau masyarakat untuk lebih cermat sebelum mengkonsumsi obat yang diberikan pihak layanan kesehatan.

"Antisipasinya melakukan monitoring dan evaluasi terkait hal tersebut", ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, Rabu,(11/9/2019).

Dituturkan Novarita, upaya itu dilakukan pihaknya tiap satu bulan dan itu dilakukan oleh pembina di wilayah masing-masing.

Terkait mekanisme pemeriksaan dan penarikan obat kadaluwarsa sebenarnya telah ada dalam Standar Operasional Prosedur Puskesmas di Depok.

Menurut Nova, ada lima langkah sesuai SOP yaitu, petugas unit memisahkan obat yang sudah kadaluwarsa dan obat yang telah rusak tiap satu bulan sekali, petugas unit lalu mencatat nama obat, jumlah dan tanggal kadaluwarsanya.

Langkah berikut, lanjutnya pada Akuratnewscom, petugas unit memasukan obat kadaluwarsa keplastik limbah medis. Petugas juga langsung membuat berita acara pemusnahan obat kadaluwarsa atau yang rusak.

Pada poin terakhir, kata Novarita, petugas unit menyerahkan obat kadaluwarsa dan membuat berita acara obat kadaluwarasa kepada pihak farmasi yang selanjutnya diberikan kepengelola limbah medis yang akan diteruskan kepada pihak ketiga pembuang limbah medis di UPT Puskesmas.

Sebagai langkah antisipasi kejadian serupa tidak terulang, Novarita juga mengimbau masyarakat pada umumnya agar lebih cermat dan teliti sebelum mengkonsumsi obat.

"Kepada masyarakat agar dibaca etiketnya sebelum meminum obat", pukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Nur Istiqomah (50) adalah pasien pengidap penyakit paru-paru basah di Puskesmas Vila Pertiwi, Cilodong, Kota Depok.

Selama menjalani pengobatan, Nur harus disuntik setiap hari dan ia baru sadar bahwa obat yang disuntikannya sudah kedaluwarsa pada Minggu (8/9/2019) lalu.

Penulis: Eko Ahdayanto
Editor: Redaksi

Baca Juga