Lewat Munas IPAMI, Jasa Musik Pernikahan Bangkit di Masa Pandemi

Jakarta, Akuratnews.com - Sektor jasa pesta pernikahan adalah sektor yang sampai saat ini masih sangat terimbas oleh pandemi Corona (Covid-19).

Dalam sektor ini ada bagian khusus yakni para musisi pesta pernikahan yang juga sangat terimbas lantaran tak ada job manggung seiring belum diperbolehkannya pernikahan digelar di masa PSBB Transisi ini.

"Untuk bertahan hidup, banyak yang harus banting stir dengan usaha lain, mayoritas jualan kuliner secara online,” ungkap Deo Riyanto, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Jasa Musik Pernikahan Indonesia (IPAMI) periode 2020-2023 di sela-sela Munas IPAMI di Jakarta, Rabu (19/8).

Bahkan, lanjut Deo, ada musisi yang sampai diusir dari rumah kontrakannya lantaran tak sanggup bayar.

"Pengusaha jasa musiknya juga banyak yang gulung tikar karena tidak ada modal lantaran memang tidak ada pesta pernikahan di masa PSBB ini," papar Deo yang secara aklamasi terpilih menjadi ketua baru IPAMI dengan 33 suara ini.

Inilah yang akhirnya membuat IPAMI mencari solusi masalah tersebut. Salah satunya lewat Musyawarah Nasional (Munas) yang salah satunya bertujuan menyatukan aspirasi, pola pikir dan mencari solusi bersama.

“Pekerjaan rumah (PR) kami saat ini menggabungkan musisi dan pengusaha jasa musik. Ada anggapan jika IPAMI tidak bisa bersatu, tapi hari ini kita buktikan bahwa kita bisa bersatu. Dan selanjutnya kita bersinergi mengatasi imbas pandemi Covid-19 ini, salah satunya dengan terus berkomunikasi dengan stakeholder seperti Pemprov dan Gugus Tugas Covid-19,” jelas Deo.

Ditambahkan Ketua Steering Committee (SC) Munas IPAMI, Malik Atmadja, upaya berkomunikasi ini tak lain guna terus mengupayakan jalan tengah bagi para pengusaha jasa musik, musisi dan juga pengguna jasa.

"Kita sudah ajukan sejumlah protap dalam penyelenggaraan musik dalam acara pernikahan yang mengikuti protokol kesehatan, misalnya dengan tidak memperbolehkan tamu undangan ikut menyanyi, tidak membawakan lagu yang memancing tamu untuk berjoget dan setiap penyanyi menggunakan satu mik masing-masing," papar Malik.

Saat ini pihaknya, lanjut Malik, menunggu kepastian akan pelonggaran bagi jasa musik pernikahan bisa tampil kembali.

"Memang tergantung Pemprov masing-masing. Jawa Timur misalnya, sudah mulai melakukan pelonggaran di beberapa kabupatennya. Kalau di Surabaya memang belum karena masih zona merah," ungkapnya.

Sedangkan untuk di DKI Jakarta, diungkapkan Deo, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan akan ada pelonggaran.

"Kita belum tahu ya untuk satu sampai dua bulan ke depannya, tapi kita terus upayakan," ujar pemilik Deo Entertainment ini.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum HASTANA Indonesia, Gandi Priapratama berharap IPAMI menjadi organisasi yang berbeda.

“Bukan hanya sekedar paguyuban tetapi selayaknya organisasi baik secara de facto juga de jure yang punya visi misi yang jelas dan berguna bagi anggotanya," katanya.

Sedangkan, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Musisi Indonesia (FESMI), Erens F Mangalo berharap, Munas ini bisa menghasilkan program kerja yang bermanfaat dan menyejahterakan anggota.

“Bagi para pengurus dan ketua terpilih diharapkan bisa mengayomi baik internal maupun eksternal dengan organisasi musik lainnya,” kata Erens

Hadir dalam Munas ini, Budi Prayitno (Ketum HIPAPI), Tomy Yoewono (perwakilan GP3I), Fitri (perwakilan APPGINDO), Dani Des Iskandar (perwakilan ASPEDI), Toto Suprafto (Ketum HIPDI), Iden Gobel (Ketum PPJI), Erik (Krtum SPMI) dan Mulkan (Ketua IVENDO).

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga