Lewat Program SIJAGUR Harkat dan Martabat Petani Jagung Bisa Lebih Terangkat

Program SIJAGUR (Sinergi Jagung Rakyat) digagas dan direalisasikan pelaksanaannya oleh Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian RI. Program ini diharapkan bisa lebih mengangkat harkat dan martabat para petani jagung seluruh Indonesia.

Jakarta, Akuratnews.com - Melalui program SIJAGUR (Sinergi Jagung Rakyat) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menggelar pertemuan sosialisasi KUR (Kredit Usaha Rakyat) bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di hotel Azhima Resort, Boyolali, 26-27 Desember 2019.

Pertemuan menghasilkan sebuah deklarasi bersama dalam upaya mengangkat harkat dan martabat petani Jagung melalui pembiayaan satu pintu, antara lembaga pembiayaan (Bank BNI, Bank BRI, Bank NTB) dan lembaga pendamping beserta lembaga penjamin yang berupa asuransi pengelolaan lahan.

Semua pihak sepakat untuk mensukseskan program SIJAGUR khususnya di wilayah Jawa tengah bisa terlaksana dengan sukses.

Acara sosialiasi ini dihadiri perwakilan petani Solo Raya dan sekitarnya, Perwakilan Bank BNI, Bank BRI, dan lembaga Pendamping: Sarotama, PPI, Yayasan Lestari Perhutani Nusantara beserta lembaga Asuransi dari Jasindo, Askrindo. Dan lembaga produksi pupuk dari PT Kujang dan produk pupuk lokal beserta industri alat pertanian. Dan banyak lagi lembaga terkait dengan produk dan pendampingan petani.

Tokoh masyarakat yang akrab disapa Pakde Mamik mengatakan bahwa kegiatan ini di samping sosialisasi KUR juga dalam rangka memotivasi petani untuk tidak mudah menyerah dalam pengelolaan lahan sawah atau ladangnya.

"Karena, pemerintah sudah menyiapkan seluruh pembiayaan melalui kemudahan dalam pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat, dengan bunga yang sangat rendah," kata Pakde Mamik.

Pakde Mamik menambahkan jika program ini memudahkan para petani jagung, khususnya dalam administrasi.

"Jadi hanya dibutuhkan persyaratan administrasi yang tidak njelimet dan semangat usaha saja untuk bisa mencapai hasil pertanian yang maksimal. Karena itu, sosialisasi ini adalah bagian dari program pemerintah, beserta lembaga pendamping untuk memudahkan petani dalam hal pembiayaan: dari masa pengolahan lahan, persemaian, penanaman, perawatan, sampai hasil panen. Bahkan pembiayaan untuk kebutuhan hidup sebelum masa panen tiba, juga siap digelontorkan oleh lembaga perbankan bagi petani." beber Pakde Mamik.

Menurutnya program ini juga menghindari para petani jagung dari jerat tengkulak.

"Upaya petani dalam soal pembiayaan ini satu pintu saja, dan tentu saja tidak terjerumus pada tengkulak dengan bunga yang sangat tinggi," pungkas Pakde Mamik.

Hadir juga dalam sosialiasi ini adalah Dr. Ir S. Edi Waluyo, M.M dari Badan Usaha Milik Petani), Perwakilan dari Wali Kota Bima, Erdy Rio (Kemenko), Nunik Sri Martini (Sarottama).

Penulis: Redaksi

Baca Juga