oleh

Lewat Surat, GPPI Minta Jokowi dan Prabowo Mundur dari Pencapresan

Jakarta, Akuratnews.com – Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Komisariat Kampus UIN Jakarta, mengirimkan surat terbuka yang ditujukan kepada capres Joko Widodo (Jokowi) dan capres Prabowo Subianto. Lewat surat tersebut, GPPI meminta kedua capres tersebut mundur dari pencapresan di Pemilu 2019.

“Kami sangat mengharapkan kebesaran hati bapak-bapak untuk segera mundur dari pencapresan demi persatuan Indonesia,” begitu tertuang dalam surat terbuka tersebut, Rabu (7/11/2018).

GPPI menilai, baik Jokowi maupun Prabowo gagal mewujudkan kampanye damai yang digadang-gadang sebelum ini. Kenyataannya justru politik sehat yang diidam-idamkan itu tinggal wacana.

“Hoax dan ujaran kebencian seolah menjadi satu kewajiban dan politik “norak”-pun dimainkan tanpa mengindahkan persatuan,” ujar mereka.

Berikut isi surat lengkap terbuka yang dikirimkan GPPI untuk Jokowi dan Prabowo:

Nomor : 041/KL/A7/PK.UIN/1604

Lamp . Hal : Surat Terbuka

Kepada Yth, Bapak Jokowi Dan Bapak Prabowo

Di TEMPAT

Bismillahirrahmanirrahin
Assalamu’alaikum Wr.Wb

Salam patriotik!!!

Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang terhormat. Bapak-bapak adalah putra terbaik bangsa. Tidak sedikitpun kami ragu dengan niat baik bapak-bapak untuk mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melancarkan niat baik bapak-bapak dan senantiasa melindungi dari segala mara bahaya dunia. Amin…

Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang terhormat. Awalnya kami sangat senang dengan wacana bapak-bapak untuk melakukan kampanye positif dalam menghadapi Pilpres 2019. Adu program politik dan ekonomi yang bisa menjadi ladang pembelajaran demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Tentu saja harapan-harapan hidup yang indah bisa lahir dengan proses tersebut. Namun, fakta berbicara Iain. Politik sehat hanya tinggal wacana yang tersusun dalam keindahan retorika. Hoax dan ujaran kebencian seolah menjadi satu kewajiban dan politik “norak”-pun dimainkan tanpa mengindahkan persatuan.

Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang terhormat. Kami yakin bapak-bapak masih sadar bahwa politik identitas dengan menyeret agama dan kesukuan dalam ruang politik bisa menjadi ancaman demokrasi, kebhinekaan, dan persatuan. Politik “norak” seperti pengerahan massa aksi BELA TAUHID dan BELA MUKA BOYOLALI yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan bapak-bapak, bisa menimbulkan perpecahan anak bangsa yang dalam kondisi retak.

Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang terhormat. Akhir-akhir ini politik “norak” semakin masif, sepertinya banyak orang dekat/tim pemenangan bapak-bapak yang menikmatinya. Kami yakin bapak-bapak sendiri tidak menginginkan negara bangsa ini pecah. Tentu bapak-bapak juga ingin politik “norak” tidak ada lagi di bumi pertiwi ini. Sedangkan bapak-bapak sebagai capres, inti dari kekacauan ini tidak mempunyai kemampuan mengarahkan tim pemenangan dan pendukung untuk berpolitik dengan sehat. Oleh karena itu, maka kami sangat mengaharapkan kebesaran hati bapak-bapak untuk SEGERA MUNDUR DARI PENCAPRESAN demi persatuan Indonesia.

Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo yang terhormat. Apalah artinya bapak berkuasa di atas puing-puing kehancuran Indonesia. Apalah artinya bapak berkuasa ditengah perpecahan anak bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak bisa dibayar hanya dengan sebuah kekuasaan. Atas nama keutuhan NKRI, mundur untuk tetap menjadi yang terhormat.

Demikian dari kami, mahasiswa resah yang berhimpun dalam Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Komisariat Kampus UIN Jakarta. Semoga bapak Jokowi dan bapak Prabowo selalu sehat dan mengindahkan pesan ini. Terimakasih.

Salam Patriotik!!!

Mengetahui Tokoh GPPI Komisariat Kampus UIN Jakarta 1. M. Zalfa (Ketua GPPI Kokam UIN)

Muftie arif (Sekjen GPPI Kokam UIN)

Ali Soedrajat (Div. Keilmuan GPPI Kokam UIN)

Tema Saputra (Pimpinan Tesis GPPI Kokam UIN)

Abdul Azis (Pimpinan Tesis GPPI Kokam UIN)

Komentar

News Feed