Lima Cara Bos ‘Teguk Indonesia’ Bangun SDM Kuat

Salah satu gerai Teguk Indonesia.

1. Tetapkan Struktur Organisasi

Menurutnya, fondasi mentor yang kuat menjadi faktor utama dalam mempersiapkan SDM. Dalam mempersiapkan SDM, dua bulan sebelum gerai atau cabang baru dibuka, sebaiknya struktur organisasi sudah disiapkan, mulai dari CEO, finance, marketing, hingga tenaga produksi. Hal ini sebagai fondasi dalam mengamankan SDM.

2. Training Center

Setelah terbentuk struktur organisasi, maka buatlah training center khusus untuk rekrutmen. Training center sebagai tempat untuk mempersiapkan skill dan pemahaman karyawan mengenai usaha Anda.

"Karena kita bergerak di bidang ritel B2C, jadi benar-benar itu berfungsi sangat penting sekali," ungkap Najib.

Menurutnya, dalam bisnis retail seperti Teguk yang ingin membuka banyak cabang atau bahkan frenchise, SDM adalah hal utama yang harus disiapkan sebelum mempersiapkan produknya.

3. Tetapkan SOP dan Regulasi

Dengan Standard Operasional Procedure (SOP) yang telah ditetapkan, diharapkan karyawan yang sedang Anda training dapat mengerti aturan dan prosedur yang harus mereka taati. Dengan regulasi yang Anda buat pula, karyawan akan bertindak sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan dalam perusahaan. Hal ini untuk menghindari andanya sikap semena mena dalam bekerja.

4. Terus Lakukan Rekrutmen

Bisnis yang melakukan ekspansi dengan terus membuka cabang baru ini sebaiknya terus melakukan rekrutmen karyawan. Alasan utamanya adalah mempersiapkan SDM di era milenial yang berkarakter mudah bosan dengan pekerjaannya.

"Ada (karyawan) yang bagus, pindah. Apa lagi kalau yang masih muda, masih mencari sesuatu yang lebih baik. Nah itu yang kita siapkan, jangan sampai ada gerai tutup karena tidak ada orang," kata Najib.

Maka mempersiapkan SDM adalah untuk mem-back up, jika suatu saat terjadi kondisi karyawan mudah bosan.

5. Kenyamanan

Dalam dunia kerja, siapapun butuh kenyamanan saat bekerja. Begitupun dengan para karyawan Najib Wahab. Untuk itu, ia selalu berupaya agar karyawannya dapat merasa nyaman dan betah bekerja di perusahaannya.

"Hal utamanya adalah dengan membudayakan kebersihan ruang kerja, dan tidak bersikap seolah semua orang harus patuh dan segan dengannya sebagai boss. Dengan demikian, suasana kerja karyawan akan terasa nyaman bagi karyawan," pungkasnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga