Lima Terdakwa Kasus Korupsi Track Sepeda Ekstrem Sidoarjo Dijatuhi Hukuman Penjara

Sidoarjo, Akuratnews - Lima terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan track sepeda ekstrem Sidoarjo kembali disidangkan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, di jalan raya Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Senin (2/7/2018)

Dalam pembacaan tuntutannya, Lima terdakwa dinyatakan terbukti dan meyakinkan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi serta menguntungkan diri sendiri atau memperkaya diri sendiri dalam proyek yang dialokasikan dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 itu.

"Terdakwa secara bersama-sama melawan hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek track ekstrem yang menggunakan anggara APBD tahun 2015," ujar JPU Kejari Sidoarjo, Wido Utomo dalam persidangan.

Sidang kasus perkara korupsi jalur sepeda ekstrim Kabupaten Sidoarjo yang menyeret 5 orang terdakwa yakni, Mulyadi (46) mantan sekretaris Disbudpar Sidoarjo, H. Usman (CV. Sinar Cemerlang), Hadi Purtanto rekanan, Denni (34) rekanan dan Sumartono (53) selaku konsultan tersebut.

Sebelum menyampaikan tuntutannya, JPU mengapresiasi kepada salah satu terdakwa yaitu Mulyadi dan terdakwa lainnya yang mengembalikan kerugian negara senilai Rp.160 juta rupiah serta kooperaktif.

"Hal yang bisa dibuat pertimbangan dalam persidangan, terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar 160 juta rupiah," terang tim JPU Kejari Sidoarjo, Wahid dalam membacakan dalil pertimbangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidoarjo menjatuhkan hukuman penjara masing-masing dengan tuntutan yang berbeda.

"Dalam hal ini tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sidoarjo menuntut terdakwa mantan sekretaris Disbudpar Sidoarjo, Mulyadi dengan tuntutan 2 tahun penjara, denda 50 juta dan subsider 4 bulan. Sedangkan terdakwa Denny dan Hadi Purtanto di tuntut 2 tahun penjara, denda 50 juta dan subsider 3 bulan," imbuh Wahid.

Sementara untuk terdakwa H. Usman dan Sumartono, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidoarjo menuntut masing-masing 1,6 bulan dan harus membayar denda 50 juta subsider 2 bulan. (Rif)

Penulis:

Baca Juga