Lirik Potensi Agrowisata, Pemda Matim Akan Menggelar Mega Festival Bertajuk Lembah Colol

Kekerangan Foto: Dalam foto tampak Seorang Gadis cantik atau "Molas Colol" sekilas mengisyaratkan Lembah Colol yang seindah Surga. Foto, Dokumen Disparbud Matim.
Kekerangan Foto: Dalam foto tampak Seorang Gadis cantik atau "Molas Colol" sekilas mengisyaratkan Lembah Colol yang seindah Surga. Foto, Dokumen Disparbud Matim.

"Mega festival bertajuk Lemba Colol itu digelar dalam rangka mengangkat nilai dan cita rasa varietas Kopi khas Colol sekaligus memperkenalkan segudang potensi agrowisata yang dimiliki Kabupaten Manggarai Timur ke mata dunia"

Manggarai Timur, Akuratnews.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana akan menggelar mega festival agrowisata bertajuk "Lembah Colol" di lima Desa kawasan lembah Colol Kecamatan Poco Ranaka Timur, Matim pada bulan Juli mendatang.

Rencana pegelaran mega festival agrowisata bertajuk "Lembah Colol" itu diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Kampung Colol, Desa Colol, Kecamatan Pocoranaka Timur pada hari Minggu (23/02/2020).

Membahas sejumlah agenda persiapan menyambut mega festival tersebut, sosialisasi itu dihadiri oleh Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH.,M.Hum, Sekertaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur Ir. Boni Hasudungan Siregar, Anggota DPRD Matim dari fraksi Hanura Bernadus Nuel, SH, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Manggarai Timur, Kanisius Judin, S.Sos, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Sekda Matim, jajaran Pemdes dari lima Desa di Kawasan Lembah Colol, serta Seluruh masyarkat Colol di Kampung Colol.

Dalam sambutannya, Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH., M.Hum mengungkapkan bahwa kegiatan Festival Agrowisata bertajuk "Lembah Colol" itu merupakan momen paling tepat untuk mengangkat citra Kabupaten Manggarai Timur ke mata dunia, khususnya lima desa di kawasan lembah Colol dengan segudang potensi agrowisata yang dimiliki yaitu varietas kopi dengan cita rasa berkelas dunia.

Dikutip dari Batopar edisi Minggu (23/02/2020), diselah agenda sosialisasi, Bupati Matim Andreas Agas, SH.,M.Hum menjelaskan bahwa untuk menyukseskan mega festival tersebut, Pemda Matim akan mengalokasikan anggaran bersumber dari APBD II Matim tahun 2020.

"Pemerintah telah menyiapkan seperti nggaran untuk Festival yang bersumber Dari APBD II. Dana yang dikuncurkan untuk anggaran festival tidak banyak, sebesar Rp.200.000.000,” ungkap Bupati Matim itu.

Selain anggaran untuk festival, persiapan lain juga dikebut. Pemda Matim juga akan melakukan pembenahan infrastruktur jalan di beberapa titik untuk mempermudah akses menuju lokasi Festival nantinya.

“Insfrastruktur jalan dari Watu Cie Kecamatan Pocoranaka menuju Colol secepatnya segera diperbaiki walaupun itu bukan jalur kabupaten, dalam waktu dekat kami tangani, biar mudah akses masuk menuju Pocoraka dan Pocoranaka Timur khususnya di Colol ini,” ungkap Bupati Andre.

Hal lain yang perlu dilakukan dalam rangka terselenggaranya festival tersebut yaitu melalui upaya koordinasi yang baik antara Pemda dan Pemdes di lima Desa yang ada di kawasan lembah Colol. Oleh karena itu, Bupati Matim akan meminta segenap stakeholder dan pimpinan OPD Dinas terkait agar membuat agenda kedinasan khusus ke Colol.

“Dari setiap sektor sebagianya wajib berdinas di Colol, seperti dinas Pariwisata, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISPENDUK CAPIL). Festival kopi Colol ini sala satu agenda prioritas juga untuk colol, dan berharap kopi colol tidak puna," ungkap Bupati Andre.

Dikutip dari Batopar.com edisi Minggu (23/02/2020), pada sesi pertama kegiatan sosialisasi itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Matim Kanisius Judin, S.Ip, menjelaskan tujuan digelarnya festival serta sejumlah agenda persiapan lainnya.

Sedangkan pada sesi ke-dua, dibuka ruang diskusi antara Pemkab Matim bersama perwakilan dari masyarakat kampung Colol dan Pemerintah Desa Colol Raya. Pada kesempatan kedua itu, masyarakat diberi kesempatan untuk merekomendasikan sejumlah saran dan usulan.

Kegiatan sosialisasi itu disambut baik oleh masyarakat. Salah satu rekomendasi dari masyarakat kampung Colol yaitu meminta pemerintah untuk melakukan pembenahan atau renovasi Lapangan Maning dan Lapangan Tokok di Colol untuk disiapkan sebagai panggung utama Pelaksanakan kegiatan festival nanti.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil kontes "Kopi Sepesial" yang digelar di Banyuwangi Jawa Timur pada tahun 2015 lalu, kopi khas Colol dikategorikan sebagai jenis varietas kopi yang unggul dengan nilai dan cita rasa berkelas dunia.

Perserta Kontes Kopi Sepesial di Banyuwangi pada tahun 2015 itu oleh peserta dari Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dengan jenis varietas kopi yang berbeda. Tercatat, varietas kopi Colol jenis Arabika dan Robusta menjadi pemenang kontes tersebut.

Panggung Promosi Kuliner Lokal

Sesuai dengan letak Geografis antara 08°.14’ sampai 09°.00 lintang selatan (LS) dan 120°.20’ sampai 120°.55° bujur timur (BT), Kabupaten Manggarai Timur merupakan daerah beriklim tropis. Setahun terdiri dari dua musim yaitu musim kemarau antara bulan April sampai bulan September dan musim penghujan antara bulan Oktober sampai bulan Maret.

Letak geografis yang strategis itu tentu banyak mempengaruhi pola guna lahan yang ada. Sebagian lahan, dimanfaatkan warga sebagai lahan produksi hasil pertanian. Tidak heran jika keseluruhan wilaya kabupaten manggara timur dikategorikan sebagai daerah surplus pangan.

Secara umum, hasil produksi pertanian yang terdapat di daerah itu diantaranya kemiri, kakao atau coklat, dan vanili dan cengki. Kopi tetap menjadi komoditas utama. Sedangkan sebagian lahan lainya merupakan wilayah hutan lindung.

Karena itu, mega vestival agrowisata Lembah Colol juga akan menjadi panggung promosi kuliner lokal, dengan harapan bahwa kedepannya jemis-jenis kuliner lokal Manggarai Timur akan menjadi prodak unggulan dari kelompok usaha ekonomi krearif (UKM).

"Kekayaan pangan dan keunikan masyarakat Colol juga perlu ditunjukan ke Publik. Selain itu, potensi yang ada di Colol ini banyak sekali, seperti Wisata Alam, Wisata Budaya, dan Wisata Kuliner. Itu semua akan menjadi "Aset" Manggarai Timur," jelasnya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga