Mengulik Potensi Ujung Kalimantan Selatan

Liyu, Desa Dayak di Ujung Balangan Menuju Desa Wisata

Banjarmasin, Akuratnews.com - Sinar matahari mulai tergelincir ketika warga desa Liyu di Kecamatan Halong, Kalimantan Selatan bersantai di teras rumah sekadar untuk tidur-tiduran dan bercengkerama usai makan siang.

Benturan palu ke ujung pahat yang bagian sisi tajamnya sudah menancap di balok kayu, menghasilkan bunyi yang meramaikan suasana siang di desa yang ada di Kabupaten Balangan ini.

Di pojok desa lainnya, suara musik khas suku Dayak tengah dialunkan dengan merdu oleh anak-anak setempat.

Siang itu, ada acara adat Mesiwah Pare Gumboh. Tampak lima pemuda desa tengah sibuk memainkan pahat, mengukir sisa-sisa balok kayu membentuk berbagai kerajinan. Yang paling banyak terlihat, gelas dari batang pohon pasak bumi.

“Akhir-akhir ini banyak pesanan gelas pasak bumi. Lumayanlah hasil penjualannya, tidak pahit seperti rasanya. Harganya bervariasi, dari Rp30 ribu sampai jutaan rupiah,” ungkap Megi, seorang pemuda desa.

Keahlian memahat didapat sejumlah pemuda Desa Liyu dari seorang ahli pahat asal Kutai Kalimantan Timur, Teopilus Junyung. Kedatangannya sendiri difasilitasi oleh Yayasan Adaro Membangun Negeri (YABN).

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga