LM Ruslan Sebut Pilkades di Muna Rasa Pilkada

LM Ruslan Ibu (Ketiga kiri). FOTO: Anra.
LM Ruslan Ibu (Ketiga kiri). FOTO: Anra.

AKURATNEWS.COM, MUNA- Sebanyak 124 Desa di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih dijabat oleh seorang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa (Kades).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna sebelumnya telah mengagendakan pemilihan Kades (Pilkades) serentak pada tahun 2020. Anggarannya pun telah disiapkan untuk perhelatannya. Namun agenda tersebut ditunda.

Asisten I Setda Muna LM Ruslan Ibu mengatakan, Muna pada tahun 2020 menjadi salah satu kabupaten yang menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, maka menjadi salah satu alasan Pilkades ditunda.

Pasalnya kata Ruslan menyebut, Pilkades dan Pilkada di Bumi Sowite bak saudara kandung, beda-beda tipis, Pilkades di Muna menurutnya rasa-rasa Pilkada.

"Makanya kemarin (2020) pelaksanaan Pilkades kita tunda, karena begitu kalau kita gelar Pilkades, konflik dibawah semakin besar. Naik ditingkat Pilkada semakin berbahaya. Ya Asisten I ini tau tentang stabilitas keamanan, strategi- strategi itu yang kita jaga, saya bertahan sehingga kita molor pelaksanaan Pilkades 2020," kata Ruslan pada rapat lintas stakeholder yang dilaksanakan di Balai pertemuan Kecamatan Lohia, Rabu 22 Sepertember 2021.

Pemkab Muna kembali mengagendakan Pilkades untuk 60 desa di tahun 2021. Namun lagi-lagi Pelaksanaannya kembali dibatalkan.

Ruslan mengungkapkan, setelah tertunda pada tahun 2020, Pikades digendakan di tahun 2021. Namun adanya perintah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian, yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendagri RI bernomor 114/5251/SJ, tertanggal 9 Agustus 2021, tentang penundaan Pilkades dan Pergantian Antar Waktu (PAW) di masa pandemi Covid-19.

Kata Ruslan dalam SE Mendagri itu, mengintruksikan tidak boleh ada pelaksanaan Pilkades serentak di masa PPKM dan boleh dilaksanakan dua bulan setelah PPKM dicabut. Maka dipastikan Pilkades serentak di Muna kembali molor.

"Ternyata setelah dua bulan kita mau laksanakan sudah tidak bisa lagi, karna masa pelaksanaan Pilkades juga ada deadline waktunya, diperkirakan akan melewati tahun, makanya kita rencanakan di tahun 2022 serentak untuk 124 desa," pungkas Ruslan.

Penulis: Anra

Baca Juga