Picu Kepanikan Serta Eksodus Besar-besaran

Kacau dan Makan Korban Jiwa, Ini Ekses Lockdown Total di India

New Delhi, Akuratnews.com - Indonesia juga harus belajar dari penerapan kebijakan lockdown total yang dilakukan pemerintah India. Pasalnya, penerapan kebijakan lockdown di India berujung kacau dan makan korban jiwa di luar infeksi virus Corona.

Lockdown total di negeri ini dilaporkan memicu kepanikan warga India. Dilansir BBC, Minggu (29/3), setelah PM India, Narendra Modi mengumumkan lockdown, warga di Delhi dan Mumbai berbondong-bondong berbelanja. Mereka memadati toko dan apotek karena khawatir kekurangan pasokan.

"Semakin sulit untuk mendapatkan produk. Kita akan menghadapi kekurangan besar di hari-hari mendatang. Dan pada saat yang sama, harga juga naik kebih dari dua kali lipat," kata penjual sayuran di Mumbai, Rafiq Ansari.

Sementara itu, jutaan orang kehilangan pekerjaan dan tanpa uang akibat penutupan itu. Hal itu memicu eksodus dari kota besar seperti Delhi, dimana ribuan pekerja migran berangkat dalam perjalanan panjang kembali ke desa asal mereka setelah transportasi dihentikan.

Seorang pekerja bahkan dilaporkan meninggal pada Sabtu (28/3) kemarin, setelah berusaha berjalan sejauh 270 km untuk kembali ke daerah asalnya.

Kritik pun muncul akibat penutupan itu. Pemerintah India dinilai melakukan kebijakan lockdown total tanpa perencanaan matang.

Namun, Kementerian Informasi dan Penyiaran India membalas kritik tersebut dengan mengatakan bahwa pemerintah telah menerapkan sistem respons komprehensif di perbatasannya.

Mereka menjelaskan, langkah itu dilakukan sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus Corona sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 30 Januari.

Beberapa pemerintah negara bagian sendiri telah menjanjikan pemberian uang tunai kepada pekerja migran.

Nah.. sudah sepantasnya Indonesia mencermati ekses-ekses negatif akibat kebijakan lockdown, baik dari sisi ekonomi, keamanan dan sosial.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga