Lomba Pacuan Kuda Cross Border Potensi Pariwisata Di Perbatasan Indonesia

Seorang joki sedang memacu kuda pada Lomba Pacuan Kuda Crossborder di Nusa Tenggara Timur (NTT) foto : istimewa

Akuratnews - Sebagai sebuah potensi pariwisata perbatasan (cross border tourism) di Indonesia Timur, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyelenggarakan lomba pacuan kuda Crossborder Piala Gubernur Cup 1 di Kefamenanu Timor Tengah Utara Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Kementerian Pariwisata akan terus mengembangkan pariwisata perbatasan yang saat ini baru memberikan kontribusi sebesar 18 persen di Indonesia.

“Pariwisata perbatasan saat ini yang berjalan baru ada di Kepri (Kepulauan Riau) dan berhasil, tapi kenapa hanya di Kepri? padahal kita punya banyak titik sentuh dengan negara lain seperti di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan di NTT, khususnya di Kefa, Atambua, Malaka dan Kefamenanu ini ,” kata Arief Yahya di Jakarta, Selasa (27/11).

Khusus di Kefamenanu, Arief Yahya melihat dengan adanya PLBN yang begitu baik, maka faktor aksesibilitas sudah tidak ada kendala. Yang perlu didorong adalah menghadirkan atraksi agar dapat menarik minat besar wisatawan, khususnya wisatawan dari Timor Leste.

“Kita akan terus mendorong agar event-event besar digelar di NTT untuk bisa menarik kunjungan wisatawan. Mulai dari agenda musik, budaya, ataupun event-event yang memaksimalkan potensi sumber daya alam atau keindahan alam yang ada di NTT, salah satunya pacuan kuda crossborder ini," terangnya.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani menambahkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pariwisata sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang menjadi aset pariwisata di wilayah Indonesia khususnya diperbatasan.

“Kita support terus kegiatan yang bisa datangkan wisman perbatasan, untuk wilayah Kefamenanu TTU ini selain motor rally, pacuan kuda adalah salah satu favorit masyarakat di wilayah ini, antusiasme masyarakat dan wisman Timor Leste terhadap lomba ini sangat besar” ujar Muh. Ricky Fauziyani.

Ricky juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan Pacuan Kuda Crossborder di Kefamenanu TTU NTT ini.

“Tanpa semangat Indonesia Incorporated, event tersebut tidak akan terlaksana. Dari pihak keamanan, panitia, PLBN dan semua pihak terkait. Semoga target Kemenpar 20 juta Wisman di tahun 2019 bisa tercapai,” pungkasnya

Menghadapi kuda pacu dalam kontingen Timor Leste siapkan 15 Kuda andalan.

Lomba Pacuan Kuda Crossborder akan digelar di Arena Pacuan Kuda Kilometer 9, Desa Niola, Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara, NTT, 28 November-2 Desember 2018 mendatang.

“Ya, saat ini sudah 15 kuda pacu dari Timor Leste telah didaftarkan, pendaftaran belum kami tutup, masih ada kemungkinan bertambah lagi. Mereka akan berpacu melawan ratusan kuda yang telah terdaftar dari beberapa daerah seperti Sumba, Rote, Flores, Kupang dan tuan rumah Kefamenanu,” kata drg Daud Benhur Malelak, Ketua Panitia Penyelenggara

Kejuaraan ini merupakan kelanjutan kejuaraan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober yang lalu.

“Sukses dalam kejuaraan sebelumnya bulan Oktober lalu di tempat yang sama (18-21 Oktober). Kini kejuaraan ditingkatkan, naik kelas, langsung memperebutkan Piala Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat,” papar pria yang sangat hobi olahraga berkuda tersebut

Para joki akan turun dalam 10 kelas yang terbagi dalam dua kategori.

Yakni nasional dan lokal. Kelas nasional yang dipertandingan mulai dari Kelas A super sebanyak tujuh kategori (Kelas A Super, A3,A2,A,B C dan D) dan kelas lokal sebanyak tiga kategori (Kelas Lokal A,B dan C)

“Semuanya dengan sistem gugur, mulai babak penyisihan, semifinal dan final,” terangnya

Jumlah hadiah yang diperebutkan juga sangat menggiurkan bagi para joki.

“Selain piala dan trophy, kita anggarkan hadiah lebih dari 325 juta untuk semua kategori,” pungkas Daud (dk)

Penulis:

Baca Juga