Longgarkan Kredit Kendaraan Satu Tahun, Presiden Jokowi Langsung Ditagih Regulasi

Jakarta, Akuratnews.com - Dalam Rapat Terbatas (Ratas) hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas sejumlah kebijakan-kebijakan ekonomi guna meringankan beban rakyat yang makin terhimpit akibat wabah virus Corona yang sangat berdampak pada UMKM dan pekerja di sektor informal.

Di Ratas yang digelar melalui Video Conference dengan kepala daerah ini, Presiden Jokowi berjanji memberikan keringanan pembayaran angsuran kredit kendaraan. Keringanan ini bakal berlaku satu tahun.

"Tukang ojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau kredit mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit perahu, saya kira ini perlu disampaikan mereka tak perlu khawatir, pembayaran angsuran akan diberi kelonggaran satu tahun," kata Presiden Jokowi, Selasa (24/3).

Kepala Negara juga melarang perbankan menagih utang kepada nasabah menggunakan debt collector selama pandemi virus Corona berlangsung.

"Pihak perbankan dan non bank dilarang mengejar angsuran, apalagi pakai debt collector. Itu dilarang. Saya minta kepolisian catat hal itu," ujar Jokowi.

Namun janji ini tak serta merta disambut antusias. Presiden Jokowi langsung ditagih regulasi yang jelas terkait kebijakan ini.

Seperti diungkapkan komunitas pengemudi ojek online (ojol) Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), apa yang disampaikan Presiden Jokowi keringanan atau relaksasi kredit sepeda motor hingga satu tahun bukan sekadar imbauan.

Menurut Garda, harus ada regulasi pasti untuk mencegah perusahaan pembiayaan (leasing) tetap melakukan tagihan tunggakan. Regulasi itu dikatakan bakal membuat para leasing mengimplementasikan kebijakan Jokowi secara konkret.

"Kami dari asosiasi mengapresiasi mengenai hal ini dan agar hal ini bukan sekadar imbauan. Namun ada implementasi konkret dan jelas ada regulasinya agar dipatuhi semua lembaga keuangan dan pihak finance," kata Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, Igun Wicaksono di Jakarta, Selasa (24/3).

Apa yang diungkapkan Igun ini memang masuk akal. Pasalnya, saat ini saja leasing kerap abai akan hak-hak konsumen. Praktek penggunaan debt collector yang kerap semena-mena dalam menarik kendaraan pun masih sering ditemui di lapangan.

Menarik ditunggu, apakah pemerintah akan segera mengeluarkan regulasi terkait hal ini? Atau hanya sekadar janji belaka, kita tunggu saja...

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga