LPAP RI Terima Ancaman Terkait Pembalakan Di Aceh Timur

Wira, Koordinator investigasi LPAP RI. (Istimnewa)
Wira, Koordinator investigasi LPAP RI. (Istimnewa)

Aceh Timur, Akuratnews.com - Terkait dengan maraknya kegiatan dan aksi pembalakan yang menjadi topik pemberitaan disejumlah media, Lembaga Pengawasan Advokasi Publik Republik Indonesia(LPAP RI) menerima sejumlah ancaman.

LPAP RI memang beberapa kali menyiarkan pemberitaan terkait dengan maraknya aksi pembalakan dipedalaman Aceh Timur. Pada Kamis (31/01/) tim kordinator tim investigasi mendapat ancaman telepon.

Dalam ancamannya, pengancam mengatakan agar (LPAP RI) jangan terlalu "maju". Pengancam juga mengatakan gara-gara pemberitaan tersebut dirinya "tidak bisa bermain".

Wiram koordinator investigasi LPAP RI mengungkapkan salah satu ancaman itu mengatakan padanya, "Kamu hati -hati kita kenal, dan kamu jangan terlalu maju kami kenal semua sama keluarga mu, gara gara kamu buat berita kami tidak bisa lagi bermain," ungkap Wira menirukan ucapan seseorang yang menelfon dirinya sore Kamis tadi sekira pukul 3.40 WIB.

Lebih lanjut ungkap Wira, Kamis malam sekira pukul 08.45 WIB, kembali ada seseorang yang menghubungi saya dan mengatakan, "Kenapa kamu buat berita seperti itu, dan kenapa diarahkan ke daerah itu kalau begini kan susah kita jadinya sudah pasti tidak bisa lagi bergerak, jangan seperti itu lah kalau begitu cara nya kan repot semua," ujar Wira menirukan bahasa penelpon itu.

Wira menambahkan, "beberapa waktu lalu juga terkait dengan pemberitaan yang sama ada pengusaha kayu ketika itu datang kerumah sambil emosi dan marah marah sama saya sebab ada pemberitaan terkait hal tersebut ternyata telah menyinggung usaha nya, lalu saya jawab dengan santun kalau memang anda merasa tidak puas silahkan buat hak jawab dan kalau memang merasa tidak senang dengan pemberitaan itu silahkan buat klarifikasi jangan tegang tegang urat dirumah saya, "tutur Wira, lalu dijawab nya,"Iya usaha kayu kan bukan saya sendiri masih banyak kan orang lain yang bermain, ada si A si B dan si C juga masih banyak lagi dia sebut kan satu persatu, lalu saya katakan oke kamu siap jadi narasumber nya biar saya eksfos ya ke media," kata Wira.

Kemudian kedua orang yang datang kerumah saya dengan nada emosi serta tegang - tegang urat juga marah tadi akhir meminta agar ucapan nya tadi jangan sampai di eksfos karena takut apabila sampai dieksfos akan jadi masalah besar buat diri nya, karena telah membeberkan siapa siapa yang terlibat dalam aksi kegiatan illegal logging dan selanjutnya kedua orang tersebut keluar rumah saya dan pergi tanpa pamit. "tutup Wira. (TIM)

Penulis:

Baca Juga