LPSK Apresiasi Upaya Kejari Depok Dalam Perkara Pidana Ini

LPSK turut hadiri restitusi perkara pidana di Kejari Depok, Senin,(29/11)
LPSK turut hadiri restitusi perkara pidana di Kejari Depok, Senin,(29/11)

AKURATNEWS- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berikan apresiasi langkah Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok ajukan tuntutan restitusi atau ganti kerugian dari pelaku kasus tindak pidana perlindungan anak kepada korban.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua LPSK Antonius PS Wibowo saat hadir langsung saat proses pembayaran uang restitusi kepada dua orang tua dari anak yang jadi korban pencabulan oleh terpidana Martinus Marbun alias Kaka Ai di Kejari Depok, Senin,(29/11).

LPSK bahkan menilai langkah Kejari Depok itu jadi yang perdana dilakukan korps Adhyaksa di wilayah Jawa Barat (Jabar).

"Pembayaran uang restitusi ini untuk wilayah Jawa Barat baru Kejari Depok yang mengajukan dalam tuntutannya dan berhasil dieksekusi atas putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap,” ujar Antonius, Senin, (29/11).

Dia mengatakan, dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) putusan pembayaran uang restitusi ini dikabulkan oleh Hakim.

JPU menuntut permohonan restitusi yang mana besaran nominal restitusi berdasarkan perhitungan dari LPSK.

"Total restitusi senilai Rp. 18.044.639, sebagai pelaksanaan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung RI yang telah berkekuatan hukum tetap", kata Antonius di Kejari Depok.

Diketahui, penyerahan uang restitusi kasus tindak pidana perlindungan anak itu diserahkan langsung Kepala Kejari Depok, Sri Kuncoro didampingi staf pada dua orang tua korban di kantor Kejari Depok, kemarin.

Dalam penyerahan uang restitusi tersebut, turut dihadiri juga oleh Wakil Ketua LPSK Antonius PS Wibowo penasehat hukum kedua anak sebagai korban, dan orang tua korban pecabulan.

Terpidana Martinus Marbun alias Kaka Ai terbukti melakukan pencabulan dan dinyatakan melanggar Pasal 82 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Terpidana Syahril parlindungan martinus marbun alias Kaka ai telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara serta denda sebesar Rp. 200.000.000, dan terdakwa juga dihukum untuk membayar uang restitusi kepada korban dengan total Rp. 18.044.639,” jelas Sri Kuncoro di Kejari Depok.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga