LQ Indonesia Lawfirm Apresiasi Tipideksus Polri, Ini Alasannya

AKURATNEWS - Kabarnya, berkas tersangka Direktur KSP Indosurya, Henry Surya sudah dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan. Kabar ini disambut positif Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim .

"Terima kasih Tipideksus, Direktur beserta jajaran tim penyidik, mereka undang kami ke Bareskrim dan kami saksikan langsung kerja keras mereka. Kami apresiasi, laporan polisi Inti Finance pun diproses. Harapan kami agar para terlapor Surya Effendy, Natalia Tjandra, Sonia dkk segera ditahan dan aset piutang sejumlah Rp2 triliun yang diambil Inti Finance dan Rp5,5 triliun yang mengalir ke belasan perusahaan affiliasi segera disita untuk korban yang melapor. Ini akan menjadi prestasi kinerja Tipideksus yang nantinya akan diapresiasi masyarakat Indonesia," kata Alvin di Jakarta, Minggu (16/5).

Sebelumnya, LQ Indonesia Lawfirm yang telah mengawal Laporan Polisi Koperasi Indosurya, dan kali ini LQ Indonesia Lawfirm mendapat kuasa dari 147 korban dengan kerugian di atas Rp800 miliar oleh PT Indosurya Inti Finance yang sudah berubah nama menjadi PT Sarana Majukan Ekonomi Finance Indonesia atas dugaan pidana penggelapan dan pencucian uang.

Adapun, terlapor selain PT Indosurya Inti Finance, juga melaporkan kembali Henry Surya serta Surya Effendy (ayah Henry Surya), Natalia Tjandra (istri Henry Surya) serta belasan 'key person' lainnya yang diduga terlibat secara aktif sehingga pencucian uang ini bisa terwujud melalui LP No B/0204/IV/2022/SPKT/Bareskrim Polri.

Adapun LP Indosurya IntiFinance bertujuan selain agar para pelaku pencucian uang yang  belum ditahan di LP Koperasi Indosurya dapat di tahan di LP PT Indosurya Inti Finance dan aset-aset yang ada milik Surya Effendy yang belum disita dalam LP koperasi Indosurya akan dapat disita di LP Indosurya Inti Finance.

Serta yang diminta oleh para korban yang melaporkan Indosurya Inti Finance adalah piutang senilai total Rp7.5 triliun rupiah agar di sita melalui Laporan Polisi PT Indosurya Inti Finance dan Surya Effendy. Aset  Rp7,5 triliun ini nantinya diharapkan dapat dikembalikan kepada para korban LQ yang melapor, melalui putusan pengadilan.

Lebih lanjut, Alvin Lim menjelaskan, Kapolri sangat responsif dan memberi perhatian agar penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan sesuai hukum dan berkeadilan.

"Terima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kadiv Propam Ferdy Sambo, Karo Paminal Hendra Kurniawan dan Karowasidik Iwan Kurniawan yang sudah mau berkomunikasi dan memfasilitasi tim LQ Indonesia Lawfirm dan menemui para korban agar penegakan hukum investasi bodong dapat berjalan," ucapnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga