LSPR Berkomitmen Kerjasama dengan Dewan Pers Terbitkan Sertifikasi

Founder & Director London School of Public Relations Prita Kemal Gani, memberikan potongan tumpeng kepada perwakilan Pemkot Bekasi saat perayaan HUT LSPR ke 27 Tahun, yang jatuh pada 1 Juli 2019. (Foto by akuratnews.com)

Bekasi, Akuratnews.com – Sejak tahun 2004, London School of Public Relations (LSPR) telah menjadi mitra Dewan Pers dalam rangka sertifikasi wartawan di tanah air. LSPR, diberikan kepercayaan oleh Dewan Pers bersama dengan beberapa Kampus di tanah air. Namun, seiring berjalannya waktu Kampus-Kampus tersebut berguguran dalam penyelenggaraan sertifikasi, hingga diketahui LSPR hingga kini masih berkomitmen dalam melegitimasi wartawan tanah air, dengan sertifikasi kewartawanan.

Founder & Director LSPR Prita Kemal Gani, menjelaskan beberapa media besar di tanah air sudah menjadi mitra LSPR. Bahkan para wartawannya telah mengantongi sertifikasi di bawah bendera LSPR.

“Kumparan, tirto.id, Tribune banyak wartawannya yang sertifikasi di LSPR. Kalau kumparan hampir semuanya dari LSPR,” ujarnya, menjawab pertanyaan redaksi akuratnews.com, (1/7).

Lebih jauh, Prita, mengungkapkan banyak perguruan tinggi yang ditunjuk oleh dewan pers untuk melakukan sertifikasi wartawan saat itu. Puluhan ribu bahkan lebih wartawan yang ada di tanah air, tentunya tidak mungkin semuanya diakomodir oleh Dewan Pers.

“Dewan pers butuh bantuan perguruan tinggi. Makanya untuk itu, tidak bisa kerjasendiri. Banyak perguruan tinggi yang diberikan, namun perguruan tinggi yang lain sepertinya tidak meneruskan. Kita memang ada kepentingan juga (dengan wartawan-red). Kalau kita sertifikasi wartawan, wartawannya deket sama kita. Kan masuk ke rumah kita. Otomatis kalau ada apa-apa mereka tinggal tanya. Tak Kenal Maka Tak Sayang,” ungkapnya.

Bahkan, terkait dengan sertifikasi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi yang diwakili oleh Walikota Bekasi Dr. Tri Adhianto, menyambut baik untuk kerjasama yang dilakukan untuk diutamakan program sertifikasi wartawan di wilayah Kota Bekasi.

“Tadi pak Walkot bilang, kita buat frame work nomor satu bikin sertifikasi wartawan dulu deh,” katanya, mengutip perkataan Walkot Bekasi.

Prita, memaparkan, sertifikasi wartawan prosesnya yakni pada bimbingan teknis, yang diberikan langsung oleh dewan pers yang dipadukan oleh dosen-dosen LSPR. Setelah mendapatkan bimbingan teknis, selanjutnya para peserta dari wartawan, mengisi formulir yang berfungsi sebagai portfolio, yang dialnjutkan dengan ujian kompetensi.

“Jadi kalau misalnya teman-teman ada yang sudah lama menjadi  wartawan, dengan melihat hasil dari karyanya, itu beda sama yang baru (portfolio. Kan, gak mau dong yang baru disamakan sama yang lama. Setelah itu, baru uji kompetensi nya berdasarkan portfolio tadi. Tapi kalau bimbingan teknisnya sama,” imbuhnya.

LSPR, menurutnya dalam penyelenggaraan sertfikasi wartawan bukan hanya di Jakarta saja. Pihaknya telah memebrikan bimbingan teknis, hingga memebrikan sertifikasi ke beberapa wilayah di tanah air seperti, Samarinda dan Makassar, untuk wartawan daerah.

“Kita serius untuk sertifikasi wartawan karena kita berlatar belakang pendidikan PR yang berhubungan dengan dunia wartawan. Untuk biaya sertifikasi wartawan di LSPR sebesar Rp.3.750.000,-,” pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga