Luka Berat, Hanafi Rais Kecelakaan di Tol Cipali

Subang, Akuratnews.com - Tabrakan beruntun terjadi di Tol Cipali, Subang, Jawa Barat, dini hari tadi. Kecelakaan ini terjadi di KM 112 Tol Cipali.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais menjadi salah satu korban luka berat dalam kecelakaan ini.

Kecelakaan terjadi saat mobil Alphard warna putih yang ditumpangi putra sulung Amien Rais ini diduga ditabrak dari belakang. Akibatnya mobil Hanafi yang saat itu dari arah Palimanan menuju Jakarta kehilangan kendali lalu menabrak kendaraan di depannya.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi Adrimulan membenarkan insiden tersebut.

“Benar,” kata Edi kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (18/10).

Saat ini Hanafi Rais tengah dirawat di Rumah Sakit Thamrin Purwakarta, Jawa Barat.

Panit PJR Tol Cipali, Iptu Karyana menjelaskan, Hanafi Rais mengalami luka yang cukup berat karena duduk dibangku penumpang bagian depan. Sedangkan soprinya, Ferdian Yudha Pratama mengalami luka ringan.

"Penumpangnya (Hanafi Rais) alami luka berat dan sopirnya luka sedang, sekitar pukul 03.00 WIB dibawa ke rumah sakit di Purwakarta," katanya Karyana.

Dokter Jaga IGD RSU Abdul Radjak (MH Thamrin) Purwakarta, Yuli Kurnia mengatakan, Hanafi datang ke RS dalam kondisi luka berat. Dia mengalami luka robek di bagian dahi, luka benturan di kepala, serta ada memar di bagian perut.

"Tadi, sudah kami tangani. Namun, saat menjalani pemeriksaan, pasien terus mengalami penurunan hemoglobin (Hb)," ujar Yuli, Minggu (18/10).

Korban juga mengeluhkan nyeri di perut dan kepala. Karenanya, pasien sudah dilakukan penanganan sesuai prosedur. Salah satunya, pemeriksaan dengan CT scan serta pemeriksaan darah.

Saat pemeriksaan darah ini, lanjut Yuli, pasien mengalami penurunan Hb. Pihaknya, khawatir terdapat luka di dalam perut pasien. Kondisi ini telah diketahui oleh dokter bedah, yang juga turut menangani pasien Hanafi Rais.

Karena kondisinya itu, korban harus segera dilakukan pemeriksaan USG di bagian perut untuk mengetahui apakah ada perdarahan di dalam perut atau tidak.

"Kita sarankan, pasien harus melakukan USG karena penurunan Hb itu khawatir ada perdarahan di dalam perut," ujarnya.

Adapun, Hb normalnya yaitu 14. Sedangkan, Hb Hanafi terus turun. Saat awal di cek, 13,7, kemudian turun ke 12,1. Terakhir di cek berada di angka 11,4.

Akan tetapi, karena kondisi peralatan di RS sedang libur dan tidak dapat melakukan USG, maka korban dirujuk ke rumah sakit yang bisa beroperasi.

Saat ini, Hanafi telah dipindahkan ke RS Siloam Purwakarta, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga