Mahfud MD Bantah Akan Hidupkan Kembali Penataran P4

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD

Jakarta, Akuratnews.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membantah pemerintah akan menghidupkan kembali Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) seperti era Orde Baru.

Hal itu disampaikannya setelah di konfirmasi wartawan di kantornya, "Itu informasi gebleg. Enggak ada yang bilang mau hidupkan penataran P4," jelas Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).

Polemik menghidupkan kembali P4 muncul setelah Pertemuan Koordinasi Membangun Sinergi Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kebijakan Pembangunan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Jakarta, Senin (17/2).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan, saat itu ada yang bertanya apakah pemerintah akan membuat penataran ideologi seperti P4, lalu dijawab ada, tetapi tidak modelnya bukan seperti P4.

"Saya bilang ada Penataran ideologi bukan penataran P4, karena P4 itu sudah gak bisa dihidupkan lagi," kata dia.

Disinggung lebih jauh terkait konsep penataran Pancasila, Mahfud mengatakan hal itu bisa ditanya ke Badan Pembina Ideologi Pancasila.

Sebelumnya, wacana menghidupkan kembali P4 mencuat dalam Pertemuan Koordinasi Membangun Sinergi Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kebijakan Pembangunan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (17/2).

Pada pertemuan yang digelar BPIP itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo sempat mengusulkan kepada Mahfud mengenai pentingnya penataran seperti penataran P4.

"Saya hanya usul kepada Pak Menko, kalau bisa nanti ada tahap perlu kembali penataran walaupun polanya tidak seperti dahulu, atau dipersingkat," katanya mengutip Antara.

Yang terpenting, kata dia, melalui penataran tersebut mampu membangun komunikasi yang bagus, terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN) agar lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Usai diskusi, Mahfud menjelaskan bahwa sebelum dirinya meninggalkan BPIP sudah ada keputusan untuk pelaksanaan penataran-penataran guna memperkuat nilai-nilai Pancasila.

"Dahulu, sebelum saya meninggalkan BPIP itu sudah ada keputusan bahwa kami akan menciptakan penataran-penataran. Jadi, itu sudah dimulai," ujarnya.

Mahfud memastikan bahwa materi penataran yang akan diberikan tidak monoton dan itu-itu saja sebagaimana pernah di masa Orde Baru.

Penulis: Redaksi

Baca Juga