Makaroni Bonju, UMKM Kuliner yang Berhasil Menjadi Pelopor Anti Minimarket

Mengusung konsep anti minimarket, seluruh penjualan Makaroni Bonju melalui sistem keagenan dan dilakukan secara online.

Jakarta, Akuratnews.com - Di tengah gencarnya program pemerintah kepada UMKM, dalam kebijakkannya menghadapi New Normal agar para pelaku UMKM mulai beralih pada jual beli online. Ini menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM, pasalnya ini bisa menjadi solusi untuk UMKM semakin berkembang dan bertahan di masa pandemi.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Makaroni Bonju sebagai pelopor UMKM di bidang kuliner yang mengusung anti minimarket, menggunakan momentum ini untuk memaksimalkan pelayanan bagi konsumen. Makaroni Bonju memastikan setiap proses pelayanan mulai dari produksi, packing, sampai pada pengiriman produk sesuai dengan protokol kesehatan.

“Keamanan produk demi kesehatan konsumen menjadi prioritas utama kami. Ini kami lakukan untuk menjamin kepuasan konsumen dan mendukung pedoman BPOM” ungkap Khoirul Fuadi, selaku Manager Marketing Makaroni Bonju, dqlam keterangannya, Selasa (28/7).

Lebih lanjut, mengusung konsep anti minimarket, seluruh penjualan Makaroni Bonju melalui sistem keagenan dan dilakukan secara online. Seperti yang bisa dilihat dari laman Instagram officialnya di @makaronibonju_id, agen Makaroni Bonju sudah tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia.

Meskipun konsep cemilan anti minimarket ini masih awam di Indonesia, tetapi nyatanya dalam kondisi seperti sekarang ini konsep anti minimarket justru membuat Makaroni Bonju semakin kuat.

“Justru penjualan mengalami peningkatan karena pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih ke jual beli online. Sedangkan dari 15 varian rasa, varian best seller mengalami perubahan, dari yang sebelumnya varian Sapi Panggang tergeser oleh Jagung Bakar Manis Madu. Mungkin ini karena efek pandemi jadi konsumen lebih suka bahan-bahan yang bisa meningkatkan imunitas seperti madu. Sebab untuk produksi makaroni menggunakan bahan premium grade A termasuk penggunaan madu asli tadi” tambah Khoirul.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Annisa, Agen Makaroni Bonju dari Jakarta Barat. Ia mengungkapkan jika penjualan selama masa pandemi tidak mengalami penurunan.

“Bulan April-Mei kemarin aku bisa ngejual 850an pcs dan bulan ini udah laku sekitar 600an pcs padahal belum akhir bulan. Kayaknya bisa sih tembus 900 atau 1000an pcs. Soalnya jualan makaroni bonju ini enak banget, materi promosinya udah dibuatin jadi kitanya (Agen-red) cuman tinggal upload-upload aja. Malahan dua bulan kemarin dapet reward minigold gitu. Seneng dan nguntungin pokoknya” tambah Annisa.

Penulis:

Baca Juga