Malaysia Sebut Pembebasan Siti Aisyah Bukan Arahan Jokowi

Kuala Lumpur, Akuratnews.com - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad menyebut, pihaknya tak pernah mendapat instruksi dari Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) soal pembebasan Siti Aisyah, terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri Kim Jong Un.

Menurut Mahatir, putusan tersebut murni dikeluarkan oleh pengadilan setempat dan bukan atas arahan dari siapa pun.

“Itu proses yang sesuai undang-undang, ada hak menarik dakwaan, itu dilakukan,” ungkap Mahathir seperti dikutip dari Malaysia Kini, Selasa (12/3).

Mahatir memang mengaku tak tahu apa sebab ditariknya dakwaan kepada Siti Aisyah. Namun yang jelas, jaksa dibolehkan menarik surat dakwaan.

“Saya tidak menerima informasi apa-apa,” tambahnya.

Sepanjang yang ia ketahui, pembebasan Siti Aisyah murni merupakan keputusan pengadilan.

“Ini keputusan pengadilan, dan dia diadili dan tuduhan ditarik kembali. Ini adalah proses yang sah, ada hak untuk menarik kembali tuntutan,” kata Mahathir lagi.

Sebelumnya, Yasonna Laoly, Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Indonesia menyampaikan rasa terima kasihnya saat saat konferensi pers di Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pemimpin pemerintah Malaysia, terutama Mahathir dan Jaksa Agung, Tommy Thomas.

Menurut Yasonna, Mahathir dan Tommy telah memberikan tanggapan positif mengenai permohonannya untuk membebaskan Siti Aisyah dari tuduhan yang ditudingkan. Dan baru-baru ini Pengadilan Tinggi Shah Alam memutuskan menarik dakwaan terhadap Siti Aisyah.

Keputusan tersebut diambil Hakim Azmi Ariffin usai Jaksa Penuntut Umum Tinbalan, Muhamad Iskandar Ahmad, mencabut tuduhan terhadap Siti Aisyah.

Ada pun Siti Aisyah, bersama dengan warga negara Vietnam, Doan Thi Huong, dan empat warga Korea Utara, didakwa membunuh Jong-nam dengan cairan kimia VX di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.

Seperti diketahui, Siti Aisyah sempat terancam hukuman mati atas dakwaan pembunuhan terhadap Kim Jong-Nam, yang merupakan kakak tiri dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Siti Aisyah didakwa bersama seorang asal Vietnam, Doan Thi Huong.

Mereka didakwa mengusapkan racun gas saraf VX yang mematikan ke wajah Kim Jong-Nam di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, pada Februari 2017 silam.

Kedua terdakwa telah menyangkal dakwaan pembunuhan yang dijeratkan terhadap mereka. Keduanya sama-sama meyakini bahwa saat itu mereka tengah terlibat dalam acara prank (lelucon).

Mereka merasa telah ditipu sejumlah agen intelijen Korut yang disebut merupakan dalang utama kasus ini, yang telah kabur ke negaranya.

Meski kini Siti Aisyah telah lepas dari tuduhan, namun bisa jadi di kemudian hari ia akan diekstradisi. Sehingga dengan kata lain, ia tidak bebas murni.

“Ya memang dibebaskan, tidak bebas murni. Tapi disampaikan sekarang penuntutan sudah dicabut karena tidak cukup bukti untuk meneruskan,” tukas Menkum HAM Yasonna Laoly setelah mendampingi Presiden Jokowi menemui Aisyah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/3).

Laoly menyebutkan bahwa tak murninya status bebas Siti Aisyah ini bisa membuatnya kembali berhadapan dengan hukum di Malaysia jika suatu saat nanti ada bukti baru. Siti Aisyah bisa diekstradisi sewaktu-waktu.

“Nanti kalau terjadi begitu kan harus melalui dari kita ekstradisi lagi. Jadi ada proses panjang,” imbuh Laoly.

Adapun persidangan kasus ini telah dimulai sejak Oktober 2017. Prosesnya berjalan alot dan lambat, dengan sejumlah penundaan dalam beberapa bulan terakhir.

Kembali ke Laoly, ia sendiri meyakini bahwa kasus ini tidak akan berlanjut. Sebab, Laoly menyebut indikasinya dari dakwaan yang dicabut.

“Kita percaya dengan yang kita sampaikan tiga poin itu. Itu sudah melihat Jaksa Agung melihat tidak bisa diteruskan, makanya dia cabut. Kalau prosesnya seperti itu ya kita kan menghargai kedaulatan hukum negara lain, kita tidak boleh intervensi kan,” papar Laoly kemudian.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menegaskan kasus terhadap Aisyah sudah dihentikan.

“Tapi dalam tahap ini kan jaksa sudah menghentikan tuntutannya,” ucap Retno.

Siti Aisyah diketahui telah pulang ke Indonesia pada Senin (11/3/2019) setelah dakwaannya dicabut. Sepulangnya ke Tanah Air, pemerintah lalu menyerahkan Siti Aisyah ke pihak keluarganya. (rianz)

Penulis:

Baca Juga