Manifestasi Lanjutan, Program Jokowi-Mar’uf Perlu Didukung

Pengamat Politik Indobarometer Asep Saepudin (Kacamata) saat Diskusi Bersama Media Massa, terkait program dan kebijakan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. (Foto : Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com – Presiden Joko Widodo yang saat ini bersanding dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dinilai sebagai menifestasi lanjutan atas program-program pemerintah yang diketahui sebelumnya Presiden Jokowi berpasangan dengan Wakil presiden Jusuf Kalla. Atas dasar itulah, Pengamat Politik dari Indobarometer Asep Saepudin menilai perlunya masyarakat tanah air mendukung atas kebijakan pemerintahan saat ini, yang kini tengah mengedepankan potensi Sumber Daya Manusia (SDM).

Asep menjelaskan, dalam mendukung program pemerintahan pada dasarnya sebagai warga masyarakat yang baik, wajib mendukung kebijakan Jokowi-Mar’uf Amin.

“Saya ingin menjelaskan bahwa program yang digagas oleh Jokowi- Ma’ruf, adalah manifestasi lanjutan dari Jokowi-JK. Di periode pertama, sebagaimana ada sembilan program yang digagas, dalam nawacita mulai dari pembangunan infrastruktur, revolusi mental sampai dengan masalah berkaitan dengan hukum dan reformasi,” terang Asep, kepada Akuratnews.com, saat diskusi bersama media, dengan tema ‘Mendukung Program dan Kebijakan Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin’, di sekitar Jakarta Selatan, (29/1).

Lebih jauh, dia menyampaikan setelah dievaluasi di periode pertama, rasanay ada PR besar di dalam mengevaluasi program yang sudah berjalan, terutama di mental dan SDM. Dia menilai bagaimana revolusi mental SDM kedepan sangat penting. Untuk itu menurutnya hal tersebut merupakan langkah tepat ketika presiden dan wakilnya memiliki perioritas program dalam satu tahun pertama yaitu memperioritaskan peningkatan SDM, revolusi SDM, reformasi SDM dan sebagainya.

“Hal ini dilakukan  dengan harapan pembangunan infrastruktur, dana desa yang merupakan PR besarnya adalah yaitu mental daerah ituterkait dengan menerimaan hingga alokasi distribusi bisa tepat dilaksanakan,” katanya.

“ Dana desa yang dialokasikan dari pemerintah pusat benar-benar digunakan sebaik-baiknya untuk pembangunan di desa tanpa diselewengkan. Tidak muncul isu baru terkait dengan korupsi, termasuk juga seperti kasus desa fiktif. Itu menunjukkan kualitas mental SDM, sekali lagi terkait dengan perangkat pemerintahannya, baik dari pusat yakni kementerian, kepala daerah sampai ke tingkat kepala daerah dan aparat,” tambahnya.

Dari kacamatanya, dirinya menilai pemerintah pusat Jokowi dan Mar’uf Amin mungkin sedang merumuskan struktur, di mana pos kementerian  dari aspek menteri yang memiliki kredibilitas yang dipercaya.

“Misalkan dari BUMN Erick Tohir dengan jiwa muda berbakat dan daya dobrak tinggi bisa berpengaruh terhadap kebersihan perusahaan BUMN,” imbuhnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga