Mantan Gubernur Bengkulu Agusrin Laporkan Balik PT. TAC atas Dugaan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik

AKURATNEWS - Melalui Tim Kuasa Hukum, mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamudin dan mantan anggota DPR RI Raden Saleh Abdul Malik, secara resmi melaporkan balik pihak PT. Tirto Alam Cindo (TAC) ke Polda Metro Jaya, Kamis (23/12/2021).

Mereka melaporkan PT. TAC atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, penipuan, penggelapan, serta pemerasan.

Pelaporan mereka diterima oleh Polda Metro Jaya dengan Nomor : LP/B/6469/XII/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 23 Desember 2021 dengan terlapor Ny. Ang Lau Shuk Yee alias Teana, Ny. Lily, dan Mr. Luu.

“Selama ini klien kami diam, walaupun pemberitaannya memutar balikkan fakta dan mencemarkan nama baik klien kami. Karena klien kami selalu berpikiran baik, yaitu hanya meminta dilakukan appraisal independen terhadap mesin-mesin pabrik yang dijual guna mendapatkan nilai yang sewajarnya,” ujar Heru Pratama, SH, kuasa hukum kedua pelapor.

Heru menjelaskan bahwa kedua kliennya telah tertipu oleh PT. PAC terkait pembelian sejumlah mesin.

“Klien kami berpikir, tawaran beliau itu sesuatu yang wajar dan tidak mengada-ada. Karena klien kami mendapatkan informasi dari tim yang diturunkan, setelah klien kami membayar DP Rp. 7.5 Milyar, bahwa ternyata nilai harga mesin-mesin yang dijual itu berkisar Rp. 6 milyar." Terang Heru.

Menurut Heru, PT TAC memutarbalikan fakta dengan tujuan menekan Agusrin dan Saleh agar membayar Rp 33 milyar.

"Seperti PT API membayar Rp 7,5 Milyar, ditemukan fakta. Bahwa ternyata banyak mesin-mesin yang di sana, jauh dari kesepakatan yang ada. Serta beberapa mesin yang diklaim merupakan milik pembeli, tapi dijual kembali kepada klien kami,” jelasnya lagi.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Wahyu Wicaksono

Baca Juga