Skandal Korupsi Dana Kapitasi

Mantan Kepala Puskesmas Porong Divonis Bebas Pengadilan Tipikor Surabaya

dr. Esti Handayani saat dipeluk keluarga sesuai divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor. (Samsul Arifin/Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - dr Esti sapaan akrab mantan Kepala Pukesmas Porong Sidoarjo kembali menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya hari Jumat (9/8/2019). Sidang yang digelar diruang Cakra itu dr Esti Handayani menjadi terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pemotongan dana kapitasi Jasa Pelayanan (Jaspel) sebesar 15%.

Terdakwa datang yang lebih awal dengan menggunakan baju warna Coklat motif bunga-bunga serta atasan kerudung warna yang kuning, nampak tenang didampingi tiga Penasehat Hukum (PH) nya yakni, Serbabagus, SH. MH, Agus Happy Fajariyanto SH, Mas ud SH. MH.

Dalam pembacaan amar putusan yang dibaca secara bergantian oleh Hakim Ketua I Wayan Sosiawan SH. MH., dan Hakim Anggota Lufsiana SH. MH., menyampaikan bahwa, tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dalam fakta persidangan tidak terbukti.

Majelis hakim menyatakan, mengadili, (1) Menyatakan terdakwa dr Esti Handayani tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan, (2) Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan Jaksa Penuntut Umum, (3) Menetapkan terdakwa segera dibebaskan dari tahanan kota, (4) Mengembalikan hak-hak terdakwa serta martabatnya, (5) Menetapkan barang bukti berupa nomor urut satu sampai dua sebagaimana tertuang dalam putusan ini dikembalikan dari mana asalnya, barang bukti nomor tiga sampai 17 dikembalikan pada yang berhak yakni Pukesmas Porong, (6) mohon biaya perkara dibebankan pada negara.

Ditemui usai persidangan tim Penasehat Hukum terdakwa, Serbabagus menyampaikan, putusan itu sebagian yang jadi pertimbangan hakim sudah kita masukan pada nota pembelaan kita. Mulai yang pertama paksaan itu tidak ada dan yang kedua menerima sesuatu itu juga tidak ada.

"Unsur paksaan dan menerima sesuatu itu tidak terbukti, bahwa disini terdakwa juga ikut iuran," ucap, Serbabagus pada akuratnews.

Sementara Agus Happy Fajariyanto menambahkan, hasil putusan sudah sesuai fakta-fakta persidangan yang terungkap bahwa, unsur-unsur yang di pasal 12e dan pasal 11 tidak ada yang terpenuhi sehingga hakim membebaskan.

"Fakta persidangan bahwa unsur pasal 12e dan pasal 11 tidak ada yang terpenuhi sehingga hakim membebaskan," pungkasnya.

Diketahui awal perkara ini masuk ke rana hukum bermula pada saat tanggal 17 September 2018 lalu terdapat Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Pukesmas Porong oleh Ditreskrimsus Polda Jatim, dari OTT tersebut petugas mengamankan beberapa pegawai termasuk Kepala Pukesmas Porong dr Esti Handayani.

Setelah itu penyidik menetapkan dr Esti Handayani sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi pemotongan gaji 15% dan dikenakan Pasal 11 dan 12e Undang-Undang No.31 tahun 1999 juncto Undang-Undang No.20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.*

Baca Juga