Mantan Komandan NII Himbau Masyarakat Tidak Golput

Garis hidup seseorang memang bisa berubah secara drastis. Ken Setiawan misalnya. Ketika menjadi Komandan Negara Islam Indonesia (NII), dia sangat anti dengan Pancasila. Namun kini, pria asal Lampung ini justru kerap kali menjadi pembicara dalam diskusi-diskusi mengenai Pancasila, UUD 1945, atau demokrasi di Indonesia.

Jakarta, Akuratnews.com - Menghadapi pelaksanaan Pemilu 2019 yang sebentar lagi akan dilaksanakan serentak di tanah air, tak dipungkiri banyak pihak atau kalangan yang masih meragukan kelancaran, ketertiban dan keamanan pesta demokrasi tersebut.

Salah satu buktinya yaitu, masih adanya beberapa teror di tengah masyarakat, seperti tragedi bom Sibolga yang baru saja terjadi. Selain itu, aparat kepolisian dan TNI juga dalam beberapa kesempatan mendapatkan anggota masyarakat yang melakukan penyebaran berita bohong (Hoaks) maupun melakukan ujaran kebencian terhadap salah satu capres-cawapres peserta Pemilu 2019.

Selain kedua hal tadi, sejumlah kalangan juga mengatakan, jika pada Pemilu nanti, masyarakat masih banyak yang tidak akan memilih salah satu capres-cawapres alias Golput. Sikap Golput itu tentunya banyak dilakukan oleh mereka yang memang antipati terhadap pemerintah maupun pihak oposisi. Termasuk Golput dikhawatirkan akan terjadi pada kelompok-kelompok yang anti Pancasila, UUD, Demokrasi maupun NKRI.

Berangkat dari permasalahan itu, Ken Setiawan, yang kini menjabat sebagai Ketua NII CRISIS CENTER, meminta kepada seluruh lapisan masyarakat agar menentukan hak pilihnya pada pemilu mendatang.

"Saya berharap pesta demokrasi ini harus kita sikapi dengan positif. Jangan sampai kita golput." Ujar Ken Setiawan di sela acara yang digelar Badan Pembinaan Idiologi Pancasila di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Menurut Ken, pesta demokrasi adalah bagaimana bangsa Indonesia mencari pemimpin terbaik. Karena itu, untuk mendapatkan sosok pemimpin terbaik, masyarakat harus berpartisipasi dan jangan sampai memutuskan untuk golput.

"Sebab ke depan bangsa ini perlu inovasi inovasi baru dari generasi muda. Mari kita kampanyekan hal hal positif bagaimana ke depan kita bisa lebih maju. Kita masing-masing punya pilihan. Promosikan pilihan kita supaya masyarakat bisa melihat bahwa inilah pesta demokrasi." Imbuh Ken.

Ken juga menyoroti maraknya Hoaks menjelang Pemilu 2019. Menurutnya, peredaran Hoaks justru akan menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan figur yang terbaik.

"Kita kan ingin mencari pemimpin terbaik, jangan sampai justru kita jadi korban hoaks atau kita jadi pelaku hoaks tersebut." Tandas Ken.

Sebagai mantan Komandan NII wilayah 9, Ken mengaku memang mengkhawatirkan adanya teror menjelang Pemilu 2019. Namun Ken yakin, teror yang ada itu dibuat oleh segelintir orang yang kerap membangun persepsi negatif terhadap pemerintah, Kepolisian maupun TNI.

"Kekhawatiran akan teror iya memang ada. Menurut saya teror tersebut dibuat oleh kelompok uang yang menghendaki NKRI seperti negara Suriah. Mereka adalah orang orang yang selalu membuat opini bahwa seolah olah pemerintah dan aparat kepolisian gagal membuat rasa aman. Saya berharap ini jadi kewaspadaan kita semua." Ujar Ken lagi.

Ken menghimbau agar masyarakat waspada dan ikut berpartisipasi jika mengetahui ada sekelompok orang yang ingin membuat teror menjelang Pemilu 2019.

"Apabila terdapat informasi yang membahayakan di sekitar kita, kita harus segera lapor kepada aparat terkait." Kata Ken lagi.

Masih menurutnya, jika rasa aman di tengah masyarakat tercipta, maka Pemilu 2019 dipastikan berjalan sukses dan damai.

"Dengan demikian, sekali lagi saya katakan kita akan menghasilkan pemimpin terbaik untuk masa depan bangsa Indonesia. Kita berharap masyarakat bisa memilih pemimpin terbaik yang memiliki visi dan misi bagaimana Indonesia bisa maju, karena ke depan bangsa Indonesia akan banyak menghadapi tantangan, salah satunya teror bom maupun berita Hoaks." Tutup Ken.

Penulis: Alamsyah
Editor: Redaksi

Baca Juga