Mantan Pangdam IM Resmi Jadi Pj. Gubernur Aceh, LSM Kompak: Sudah Tepat

mantan Pangdam IM Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki resmi jabat Pj. Gubernur Aceh (laporan : Heri)

AKURATNEWS- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian hari ini, Rabu (5/7) resmi melantik mantan Pangdam IM Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Aceh menggantikan Nova Iriansyah yang akan memasuki purna tugas.

Penunjukan Achmad Marzuki ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No 70 Tahun 2022, tanggal 4 Juni 2022 tentang pengangkatan Penjabat Gubernur Aceh.

Koordinator Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Koalisi Masyarakat Pejuang Keadilan (KOMPAK) Saharuddin menilai penunjukan Achmad Marzuki sebagai Pj. Gubernur Aceh sudah sangat tepat. Ia meyakini keputusan Presiden ini matang berdasarkan berbagai pertimbangan situasional Aceh.

"Sudah tepat. Sepertinya ini sudah dipertimbangan betul oleh Presiden Bapak Joko Widodo," ungkap Saharuddin di Blangpidie, Rabu (5/7/2022).

Sahar mencatat alasan Achmad Marzuki layak menjadi Pj. Gubernur Aceh. Pertama, karena ia sudah mengetahui pasti tentang geografis dan kondisi sosial Aceh. Terlebih Achmad Marzuki adalah mantan Pangdam IM yang memiliki kompetensi lengkap secara konsep dan teknis tentang soal Aceh.

Kedua, pemerintah pusat menunjuk Achmad Marzuki duduk di Aceh sebagai orang penengah, karena selama ini pemerintah pusat menilai hubungan Eksekutif dan Legislatif di Aceh kurang harmonis dalam pengambilan keputusan dan kebijakan.

"Saya kira itu. Karena Aceh sangat membutuhkan sosok Pj. Gubernur yang berani dan tegas, tidak mudah untuk di intervensi oleh pihak manapun," terang Sahar.

Sebagai rakyat, Saharuddin optimis setelah menjadi Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki akan mampu membawa perubahan Aceh menjadi lebih baik. Menebar keharmonisan dan mengurangi angka kemiskinan.

Sahar juga berharap kepada para pihak yang usulan kadindatnya ditolak, dapat berlapang dada menerima keputusan tersebut. Ia meminta Orang utusan Pemerintah pusat ini harus didukung oleh semua pihak demi perdamaian dan kemajuan Aceh.

"Semuanya harus mendukung. Berikanlah ide dan gagasan yang membangun untuk perubahan Aceh yang lebih baik," singkatnya.

Informasi dihimpun, bagi rakyat Aceh pria kelahiran Bandung, 24 Februari 1967silam ini tidak lagi asing. Karena sebelumnya abituren Akmil 1989 ini pernah menjabat sebagai Pangdam IM pada tahun 2020-2021. Selama menjabat Pangdam IM program dan kebijakan yang dijalankan Achmad Marzuki banyak mengacu untuk sosial dan pembangunan Aceh.

Achmad Marzuki resmi pensiun dini dari TNI beberapa hari yang lalu direstui Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Pucuk pimpinan ini loyal memberikan purna tugas kepada prajurit terbaiknya karena panggilan menjadi Pj. Gubernur Aceh dinilai sangat krusial untuk kepentingan masyarakat Aceh.

Penulis: Heri Purwanto

Baca Juga