Korupsi Gedung Islamic Center Jilid II

Mantan Wakil Walikota Probolinggo Disidangkan

Sidoarjo, Akuratnews.com - Dalam sidang lanjutan Wakil Walikota Pribolinggo nonaktif, Suhadak terkait korupsi pembangunan Gedung Islamic Center (GIC) Kota Probolinggo jilid II, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo menghadirkan saksi Johan Wahyudi yang berperan sebagai konsultan dalam proyek tersebut.

Selain itu Jaksa juga menghadirkan saksi lain yakni Purnomo dan Dini Santi Ekawati masing-masing menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) pada sidang sebelumnya.

Ketiga saksi yang juga sebagai terdakwa dalam perkara yang sama berkas berbeda dan sudah diputus masing-masing 1 tahun dalam perkara korupsi pembangunan Gedung Islamic Center (GIC) jilid II ini.

Dalam persidangan hari Senin (25/3/2019) diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya, Jaksa Penuntut Umum mempertanyakan seputaran keterlibatan terdakwa Wakil Walikota Probolinggo nonaktif Suhadak dalam korupsi proyek tersebut kepada 5 saksi.

Selain itu pertanyaan juga dilontarkan oleh Hakim Anggota Mochamad Mahin SH. MH., dan Samhadi SH. MH., tentang tugas dan kewajiban para saksi selaku Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dalam proyek merugikan negara senilai Rp 1,4 miliar itu. Saudara membuat laporan itu sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) atau sesuai lapangan? Masing-masing saksi terdiam, sehingga membuat Hakim Anggota meminta Jaksa untuk mendatangkan ahli dan memeriksa kembali saksi selaku (PPHP).

"Seharusnya kalian ini tidak duduk sebagai saksi, melainkan duduk bersama terdakwa,"tegas, Hakim Anggota Mochamad Mahin SH. MH., dalam persidangan sambil meminta pada Jaksa.

Sekedar diketahui terdakwa mantan Wakil Walikota Probolinggo, Suhadak tengah menjalani hukuman dalam kasus korupsi korupsi DAK Pendidikan tahun anggaran 2009. Dalam kasus itu, Suhadak divonis 5 tahun penjara.

Sementara dalam kasus ini terdakwa Suhadak terlibat korupsi proyek pembangunan gedung GIC jilid 2, Kejari telah memeriksa 5 orang termasuk Suhadak.

Sebelumnya, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan GIC, pengadilan telah menghukum 3 orang pada 2016 lalu, yakni Purnomo, Dini Santi Ikawati, dan Johan Wahyudi, dengan divonis 1 tahun dan denda 50 juta rupiah dengan subsider 1 bulan kurungan.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Redaksi

Baca Juga