Mantap!! BNN Gagalkan Penyelundupan 40 Kg Sabu Asal Malaysia

Jakarta, Akuratnews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Aceh serta Ditjen Bea dan Cukai menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 40 kg. Sabu dari Malaysia itu masuk melalui Selat Malaka. Bersama barang bukti, lima tersangka ikut ditangkap.

Kabag Humas BNN Sulistyandriatmoko mengatakan para tersangka itu ialah Musriadi, Zulkifli, Tajul, Sayful, dan Dahlan. Sabu diselundupkan menggunakan perahu menuju tengah laut Selat Malaka.

"Jadi modus operandinya, para tersangka menyelundupkan melalui jalur laut. Di sini tersangka Tajul yang bertindak sebagai kurir dan sebagai pemilik kapal," kata Sulis.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskan sabu diselundupkan dari Malaysia melalui jalur laut menuju Aceh dan akan diedarkan di wilayah Aceh, Medan, dan Jakarta

Arman menambahkan, dari Penang, Malaysia, Sabu dibawa menuju pantai Idi Cut oleh J dan D yang keduanya masih diburu petugas. Keduanya diperintah Tajul sebagai kordinator kurir anak buah kapal dan sebagai pemilik kapal. "Berdasarkan keterangan Tajul, sabu tersebut dari Malaysia, dibawa ABK dengan kapal milik Tajul," kata Arman, kemarin Minggu, (20/8/17).

Pemilik sabu itu ialah tersangka Dahlan. Dahlan langsung ditangkap bersama tiga tersangka lainnya. Dalam penangkapan itu turut diamankan barang bukti dua buah karung berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 40 kg, 1 mobil Mistsubisi Strada, 1 mobil Juke, dan 6 telepon seluler.

Penangkapan dilakukan di jalur nasional Banda Aceh-Medan kawasan Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, oleh tim BNN yang bekerja sama dengan Polda Aceh serta Bea dan Cukai Aceh pada Jumat (18/8/17).

Jaringan mafia itu menjemput 40 kg sabu di tengah perairan laut Selat Malaka dengan menggunakan perahu atau kapal kayu kecil. Barang haram itu diterima dari sindikat jaringan mereka yang mengantar dari daratan negeri jiran Malaysia ke tengah perairan Selat Malaka.

Jalur tikus
Setelah serah terima di tengah laut, mereka membawa narkoba itu ke daratan melalui pelabuhan tikus di pesisir Kecamatan Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur.

Hal itu diungkapkan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat konferensi pers bersama Kabid Penindak-an Penyidikan Bea dan Cukai Aceh Tri Utomo, Kapolres Aceh Tamiang AKB Yoga Prasetyo, dan Kapolsek Kejuruan Muda di Polsek Kejuruan Muda, kemarin.

Informasi lain diperoleh Akuratnews bahwa perairan laut Selat Malaka di sepanjang pesisir utara hingga timur Aceh merupakan tempat favorit jalur masuk narkoba asal luar negeri, terutama melalui Malaysia. Sering kali ganja produk Aceh dibarter dengan narkoba modern seperti sabu, putau, dan ekstasi.

Ditenggarai, ada nelayan tradisional yang ikut bermain. Lalu ada juga bandar sabu berkedok pemilik kapal ikan atau pemasok barang ilegal dari luar. Modus itu sebagai upaya mengelabui aktivitas mereka dari perhatian pihak lain.

"Boat ikan disulap, ada tempat rahasia untuk menyeludupkan barang haram itu. Apakah pihak berwenang tidak tahu atau bagaimana? Mudah-mudahan semua kita mewaspadai sejauh mana bahaya narkotika," ungkap Ismi, pemerhati masalah sosial di Aceh Timur.

Sementara itu, Bea dan Cukai Batam menangkap seorang perempuan WNI yang akan menyelundupkan sabu seberat 61 gram di dalam pembalut wanita yang digunakannya. Pelaku ialah penumpang kapal MV Pintas Samudera 8, dari Stulang Laut Malaysia menuju terminal feri Batam. (Ade)

Penulis:

Baca Juga