oleh

MAPMI Rencanakan Gelar Diskusi Ekonomi

Jakarta, Akuratnews.com – Masyarakat Profesional Madani Indonesia (MAPMI) menilai, BUMN merupakan soko guru pembangunan yang saat ini alami tantangan yang luar biasa. Menurutnya, ini akibat situasi dan kondisi global yang tidak kondusif seperti, perang dagang Amerika dan China serta jatuhnya mata uang di Turki, Argentina dan lainnya.

Tidak hanya di negara lain, di tanah airpun dolar Amerika Serikat berpotensi terus menguat terhadap rupiah. Jika ini terjadi, akan berpotensi membahayakan BUMN, khususnya yang non keuangan atau perbankan.

Dalam keterangan pers yang dikeluarkan oleh MAPMI, Senin (24/9/2018) dijelaskan, total utang BUMN mencapai Rp 4.343 triliun pada 2017. Untuk BUMN non perbankan atau non finansial mencapai Rp 610,7 triliun, dan 60 persen berbentuk valas.

Kalau sampai dolar naik Rp 15.000, akan mengakibatkan BUMN kita berpotensi kolaps. Kini nilai tukar rupiah ke dolar sudah diangka Rp 15.000 dan ini adalah tantangan BUMN untuk menyikapi permasalahan ini.

MAPMI menilai, dampak ini bisa dianggap sebagai cerminan bahwa ada yang tidak beres dengan perekonomian Indonesia belakangan ini.

Menanggapi permasalahan ini, MAPMI berencana akan menggelar diskusi publik dengan tema ‘Peluang dan Tantangan BUMN Hadapi Krisis Global’ pada Selasa (25/9/2018).

Dalam diskusi yang rencananya digelar di Resto Gado-gado Boplo, Jl. Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat ini, akan hadir beberapa narasumber. Diantaranya, mantan Ketua Komisi V DPR, Putra Jaya Husin, Eddy Junaidi (Direktur Kalimasada Institute), Salamudin Daeng (Ekonom), Hendrajit (Global Futuere Institute), Perdana Wahyu (Doseb pasca sajana Univ Yarsi) dan Abra Talattov (Indef). (Rhm)

Komentar

News Feed