Marwan: Saatnya Indonesia Jadikan BUMN Lokomotif Baru Ekonomi yang Futuristik

Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar
Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar

Jakarta, Akuratnews.com - Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar menyatakan sudah saatnya Indonesia memakai pendekatan baru untuk menjadikan BUMN sebagai lokomotif baru ekonomi nasional. Pendekatan ini, diyakini akan mampu memberikan arah modernisasi BUMN dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Pendekatan itu dimulai dari perlunya pembenahan melalui holdingisasi, restrukturisasi, manajemen resiko hingga modernisasi perusahaan BUMN dengan memanfaatkan kecerdasan bisnis, kecerdasan buatan, internet segala hal, data besar dan teknologi robotik.

"Karena itu saya mendukung sepenuhnya kalau pemerintah bertekad menjadikan BUMN sebagai lokomotif baru perekonomian nasional sekaligus mampu bersaing di tataran global," kata dia dalam keterangan pers yang diterima, Kamis, (20/2/2020).

Dia menambahkan, sebagai pembanding, bisa menengok kinerja BUMN di Malaysia melalui institusi bisnis Khazanah atau Temasek di Singapura yang relatif mampu memanfaatkan serta mengoptimalkan berbagai kemajuan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi masa depan.

Ia mengingatkan, hanya dengan cara memanfaatkan sejumlah keunggulan pengetahuan dan teknologi tersebut, segenap potensi sumber daya alam seperti energi, air dan pangan serta sumber daya manusia Indonesia akan mampu menjadikan BUMN sebagai lokomotif baru perekonomian nasional. Bahkan berani bersaing di level global.

"Maksudnya, sudah waktunya pula kita beranjak dari model-model bisnis yang konvensional, banyak jebakan teknis serta bersifat artifisial belaka," ucap dia.

Namun demikian, tambahnya, jati diri bangsa khususnya terkait tugas sosial BUMN, jangan terlupakan. Artinya, BUMN juga tetap wajib nasionalis dan pro kerakyatan serta berkontribusi besar mengurangi kesenjangan ekonomi alias kemiskinan di tengah masyarakat yang masih cukup lebar.

Soal kemiskinan tersebut saat ini sudah jadi masalah global atau bukan hanya melanda Indonesia. Buktinya, penghargaan Nobel Ekonomi tahun 2019 lalu yang diraih Abhijit Banerjee ekonom Amerika yang lahir di India dan istri yang berkebangsaan Prancis-Amerika Esther Duflo, serta ekonom Michael Kremer karya-karyanya dinilai solutif mengatasi kemiskinan.

Komite Nobel Swedia menyatakan, para pemenang ini telah memperkenalkan pendekatan baru untuk menemukan jawaban yang dapat diandalkan tentang cara terbaik buat memerangi kemiskinan global. Ketiganya menemukan cara baru yang lebih efisien untuk memerangi kemiskinan dengan memecahkan persoalan sulit menjadi lebih sederhana dan lebih mudah ditangani.

Penulis: Fajar

Baca Juga