Menata Sidoarjo Lebih Baik

Mas Kelana Bakal ‘Blusukan’ Tangani Masalah Banjir

Sidoarjo, Akuratnews.com - Selain masalah kemacetan, juga banjir di kala musim penghujan yang dikeluhkan masyarakat Sidoarjo.

Akibat luapan air itu, bukan hanya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terhambat, serta harta benda rusak dan hilang, tapi juga, sampai memakan korban jiwa hingga nyawa melayang.

Padahal, Sidoarjo memiliki anggaran keuangan daerah yang cukup besar. Namun, kenapa banjir masih terjadi di daerah ini? Terkesan, pemerintah daerah tak serius menangani persoalan yang menimbulkan keresahan masyarakat itu.

Hal itu sebagaimana diungkapkan bakal calon Bupati Sidoarjo dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini pada Akuratnews.com belum lama ini.

"Terus terang, saya prihatin dengar keluhan masyarakat soal banjir. Karena, Sidoarjo punya anggaran keuangan daerah cukup besar. Tapi, masalah banjir tak kunjung teratasi?" ujar pengusaha yang baru membuka pabrik air mineral dalam kemasan (AMDK) ini menyesalkan.

Nah, sekarang kita simak pemikiran Mas Kelana berkaitan penanganan masalah banjir, Akuratnews.com menguraikannya sekilas dalam tulisan seri ke-20 ini.

Mas Kelana mengemukakan, masalah banjir bukan persoalan sepele, apapun alasannya, kejadian ini sangat merugikan masyarakat.

"Sebelum musim penghujan tiba, apa yang jadi penyebab banjir selama ini, semestinya dibenahi. Bukan nunggu banjir dulu, baru bertindak, itu keliru!" tegasnya.

Dijelaskan Mas Kelana, sepengetahuan dia, ada beberapa faktor penyebab banjir. Diantaranya, penebangan hutan secara liar, membuang sampah sembarangan di sungai, mendirikan bangunan di atas bantaran kali, daerah dataran rendah, curah hujan tinggi, mengubah drainase tanpa mengindahkan amdal, kesalahan sistim kelola tata ruang, kurangnya lahan hijau dan daerah resapan air beralih fungsi jadi bangunan.

Karenanya, lanjut Mas Kelana, kelak masyarakat Sidoarjo menaruh kepercayaan kepadanya untuk mengemban kepercayaan sebagai bupati, guna menata Sidoarjo lima tahun ke depan menjadi lebih baik, dia bakal turun ke bawah mencari sumber penyebab banjir dan segera membenahinya. Bahkan, jika dipandang perlu, dia akan membangun embung atau waduk, guna meminimalisir banjir.

"Demi kepentingan masyarakat, saya mau 'blusukan,' cari tahu sumber penyebab banjir. Begitu ditemukan, secepatnya saya benahi, tanpa basa-basi!" tandas pria yang dikenal pekerja keras ini. (Bersambung)

Baca Juga