Menata Sidoarjo Lebih Baik

Mas Kelana Kelola Lingkungan Kota Semata Kepentingan Masyarakat

Sidoarjo, Akuratnews.com - Predikat kota sedang terbersih yang pernah disandang Kota Sidoarjo hingga meraih piala Adipura beberapa kali, belakangan penghargaan dari negara untuk daerah berprestasi di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup ini tak pernah lagi diterima.

Hal tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah memperhatikan masalah pengelolaan lingkungan perkotaan terkesan tidak serius, padahal sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terbukti, predikat itu tak mampu dipertahankannya.

Di sisi lain, tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) yang dibangun di sejumlah desa dengan anggaran dana ratusan juta per unit, di sebagian tempat tak terurus dan mangkrak. Bahkan, tak sedikit tumpukan sampah di tepi jalan dan berserakan di saluran kali (sungai), dibiarkan. Terparah, menggunungnya sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Jabon. Di lokasi ini pernah direncanakan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS), ternyata belum terealisasi sampai sekarang.

Melihat kenyataan itu, semakin menguatkan pemikiran bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2026 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini menilai, nampaknya pemerintah daerah yang berkuasa puluhan tahun pandai merencanakan dan mensosialisasikan program kepada masyarakat. Namun, realisasinya tidak pernah optimal dan simbolisasi saja.

"Sungguh disayangkan, banyak proyek direncanakan dan disosialisasikan, tapi tidak semua terealisasi, padahal sudah dianggarkan. Kalau begini, tentu masyarakat yang dirugikan," ungkapnya.

Nah, sebagai pencerahan masyarakat Sidoarjo yang menginginkan perubahan, berikut sepintas pemikiran Mas Kelana mengenai kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan yang disajikan Akuratnews.com dalam tulisan seri ke-28 ini.

Mas Kelana menuturkan, masalah kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan terbilang sangat penting, karena kota adalah jantung.

"Yakni, segala muara terpusat di jantung kota ini. Apabila kondisi jantung tak terawat, dampaknya bisa sampai ke muara," ucapnya.

Oleh karena itu, sambung Mas Kelana, kelak masyarakat Sidoarjo menaruh kepercayaan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai bupati, guna menata Sidoarjo lima tahun ke depan menjadi lebih baik, dia berkomitmen menciptakan kebersihan dan mengelola lingkungan perkotaan, bukan karena dilandasi keinginan agar mendapatkan penghargaan (piala Adipura), tapi semata-mata untuk kepentingan masyarakat.

"Kawasan kota, nanti saya atur sedemikian rupa. Mulai dari saluran kali, drainase, trotoar, ruang terbuka hijau, taman, pepohonan, gang kampung, pasar, PK-5, gapura hingga jalan harus terlihat bersih, indah, hijau dan mempesona. Semisal, kerja keras saya ini dinilai baik dan layak menerima penghargaan, ya saya bangga. Terpenting, bukan didasari niatan ingin peroleh piala, tapi untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.

Kemudian, lanjut Mas Kelana, menyangkut TPST dan TPA, dia akan membenahi secara keseluruhan, sekaligus memfasilitasinya, agar bisa berfungsi dan dimanfaatkan masyarakat.

"Urusan sampah, tidak ada pungutan bagi masyarakat. Semua akan dianggarkan melalui APBD," tandasnya. (Bersambung)

Baca Juga