‘Pas, Jelas dan Berkelas’

Mas Kelana: KPU Tetapkan Kita 28 September!

Sidoarjo, Akuratnews.com - Rupanya, masyarakat Sidoarjo diam-diam banyak yang memberikan dukungan pada paslonkada yang diusung PDI-P dan PAN, serta didukung enam parpol nonparlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI dan Gelora Indonesia), juga masyakarat pro-perubahan dari berbagai elemen, H. Kelana Aprilianto (Mas Kelana) - Dwi Astutik (Bunda Astutik) sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2021-2024.

Sikap dukungan itu terlihat, ketika nama paslonkada berakronim 'Sidoarjo Berkelas', bertagline 'Pas, Jelas dan Berkelas' itu tidak tercantum dalam surat keputusan KPU Sidoarjo tentang penetapan paslon peserta pilkada, Rabu (23/9/2020) lalu, mereka pun sempat bereaksi, kaget dan mempertanyakannya, seakan tak percaya.

"Lo, koq nama Mas Kelana - Bunda Astutik tidak ada pada lembar surat keputusan penetapan paslon KPU, benarkah?" komentar salah seorang netizen yang mengaku pendukung setia 'Sidoarjo Berkelas' ini.

Keesokan harinya, sikap mereka berubah, bagai orang yang sembuh dari sakitnya. Mereka merasa lega saat membaca kabar penetapan Mas Kelana - Bunda Astutik hanya ditunda, bukan 'gugur' menjadi peserta pilkada.

Nah, bagaimana tanggapan Mas Kelana melihat sikap masyarakat yang sempat kaget, lantaran nama paslonkada 'Sidoarjo Berkelas' tak tertera dalam surat keputusan KPU tentang penetapan paslon peserta pilkada tersebut? Akuratnews.com mengetengahkannya sekilas dalam tulisan seri ke-102 ini.

Dikemukakan Mas Kelana, dia menilai sangat wajar, bila kemudian mereka itu merasa kaget, karena berkat dukungan mereka, dia berhasil mendapatkan rekom parpol maju laga pilkada.

"Mereka kaget itu wajar. Ya, karena mereka mendukung kita dan kita juga menyadari, tanpa dukungan mereka, tentu rekom parpol tidak kita peroleh," ujarnya.

Kemudian, Mas Kelana menjelaskan, sebenarnya pada saat penetapan paslon peserta pilkada oleh KPU itu, bukan mereka saja yang kaget, dia pun demikian.

"Sebenarnya, sama, kita juga kaget. Namun, usai kita dapat penjelasan dari KPU, bisa dimaklumi dan kita jalankan perintahnya. Jadi, bukan kita tidak ditetapkan, tapi ada hal yang perlu diselesaikan, ya hanya soal waktu saja. Insha Allah, KPU tetapkan kita, Senin (28/9/2020)," terangnya tersenyum. (Bersambung)

Baca Juga