Menata Sidoarjo Lebih Baik

Mas Kelana Prioritaskan Atasi Masalah Kemacetan

Sidoarjo, Akuratnews.com - Hampir puluhan tahun, kemacetan terjadi di sejumlah titik ruas jalan raya di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Terutama, pada jam-jam sibuk. Para pengguna jalan kerapkali mengeluh, jika berkendara melewati kawasan itu. Terpaksa, tak sedikit dari mereka mencari jalur alternatif dengan melintasi jalan desa. Tak pelak, jalan desa mengalami kerusakan.

Meski begitu, nampaknya pemerintah daerah tak serius mengurai kemacetan tersebut. Terbukti, belum ada langkah kongkrit hingga sekarang. Bahkan, proyek pembangunan jalur frontage Waru - Sidoarjo terkesan jalan di tempat. Padahal, proyek ini direncanakan lima tahun silam dan anggaran dana telah tersedia.

Hal itu diungkapkan bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2026 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini pada Akuratnews.com belum lama ini.

"Apapun alasannya, masalah kemacetan ini dinilai merugikan masyarakat Sidoarjo sebagai pengguna jalan. Ya, semestinya pemerintah daerah tidak bersikap acuh tak acuh, seperti lepas tanggung jawab dan tidak mau mendengar, serta memahami keluhan mereka," ujar pemilik ratusan bus pariwisata Pendawa 87 ini menyayangkan.

Nah, apa pemikiran Mas Kelana untuk mengurangi kemacetan di Sidoarjo? Akuratnews.com menyajikannya dalam tulisan seri ke-19 ini.

Dikemukakan Mas Kelana, Sidoarjo itu daerah penyangga ibukota Provinsi Jawa Timur, karena wilayahnya berbatasan dengan Surabaya. Seiring perkembangan zaman, selain meningkatnya jumlah penduduk, kian banyak pula, orang yang mempunyai kendaraan. Terlebih, kepemilikan kendaraan pribadi era 2000-an lebih gampang. Sementara, kondisi jalan tak berubah, sehingga melebihi kapasitas. Akhirnya, kemacetan pun tak terelakkan.

"Surabaya sejak dipegang Walikota Tri Rismaharini sangat gencar membenahi infrastruktur jalan. Sehingga, tak heran, jelang dua periode kepemimpinannya berakhir, kemacetan di kota ini bisa diminimalisir. Beda dengan Sidoarjo, justru terlihat lamban melakukan pembenahan jalan dan terkesan tidak serius mengatasi kemacetan, padahal jumlah kendaraan sudah melebihi kapasitas,"  katanya.

Oleh karena itu, sambung Mas Kelana, kelak masyarakat Sidoarjo menaruh kepercayaan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai bupati, guna menata Sidoarjo lima tahun ke depan menjadi lebih baik, dia bakal memprioritaskan upaya mengurai kemacetan secara optimal, termasuk pembenahan infrastruktur jalan.

"Jalan macet sangat terasa dampaknya bagi masyarakat dalam segala hal, salah satunya, roda perekonomian mereka terkendala. Maka, saya berkomitmen menuntaskan masalah kemacetan ini. Selain, pelebaran jalan, juga membangun jalan baru. Bila perlu, ya dibangun jalan layang. Intinya, karena untuk kepentingan masyarakat, saya akan prioritaskan!" tegas pria kelahiran Pasuruan, 49 tahun lalu ini. (Bersambung)

Baca Juga