Menuju Sidoarjo Lebih Baik

Mas Kelana Prioritaskan Masalah Pembangunan RSUD Sibar Kelar

Mas Kelana dan desain RSUD Sibar skema KPBU yang ditolak sebagian besar anggota legislatif.
Mas Kelana dan desain RSUD Sibar skema KPBU yang ditolak sebagian besar anggota legislatif.

Sidoarjo, Akuratnews.com - Tak kunjung direalisasikannya pembangunan RSUD Sidoarjo wilayah barat (Sibar) yang berlokasi di Desa Kemerakan, Kecamatan Krian nampaknya mengundang keprihatinan bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2026 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini.

"Masyarakat Sidoarjo di sana sudah terlanjur berharap gedung yang dijanjikan pemerintah daerah itu segera terwujud. Agar mereka tak perlu jauh-jauh ke RSUD Sidoarjo yang berada di jantung kota. Padahal, rencana realisasi tahun ini, kenyataannya, sampai sekarang belum terlihat progresnya. Tentu, mereka mengelus dada, merasa kecewa. Sungguh disayangkan," kata pengusaha yang mengelola berbagai bidang bisnis terbilang sukses ini pada Akuratnews.com belum lama ini.

Keprihatinan Mas Kelana tersebut, bukanlah sikap berlebihan, mengingat keberadaan RSUD Sibar itu memang sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi, DPRD sudah memberikan lampu hijau dan anggaran dana peruntukan pembangunan RSUD itu tersedia, meskipun terkepras recofusing penanganan Covid-19. Semula Rp120 milyar berkurang menjadi Rp70 milyar.

"Apapun alasannya, layanan untuk kepentingan masyarakat harus dikedepankan. Bukan sebaliknya, menunda-nunda, berdalih terbentur izin ini-itu dan seterusnya. Bila demikian, masyarakat yang dirugikan," ucapnya.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas sikap Mas Kelana menyangkut rencana pembangunan RSUD Sibar tak kunjung terealisasi itu, Akuratnews.com menyajikannya dalam tulisan seri ke-22 ini.

Mas Kelana mengungkapkan, dia meyakini masyarakat Sidoarjo di kawasan wilayah barat tidak pernah mempersoalkan rencana pembangunan RSUD Sibar itu menggunakan skema KPBU atau APBD yang sempat diperdebatkan pihak eksekutif dengan legislatif dua-tiga tahun silam. Akhirnya, awal 2020 berujung, sebagian besar anggota legislatif menyetujui APBD. Alasannya, KPBU sesuai estimasinya menelan dana cukup besar, sekitar setengah trilyunan dan belum termasuk beban pengembalian pengelolaan yang ditanggung pemerintah daerah mencapai satu trilyun lebih per tahun.

"Terpenting bagi masyarakat, RSUD Sibar terwujud. Mereka tidak tahu-menahu KPBU atau APBD, serta bukan sekedar janji belaka," tandasnya.

Ditegaskan Mas Kelana, kelak masyarakat Sidoarjo menaruh kepercayaan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai bupati, guna menuju Sidoarjo lima tahun ke depan menjadi lebih baik, dia bakal memprioritaskan dalam penyelesaian masalah pembangunan RSUD Sibar itu.

"RSUD Sibar harus kelar, agar masyarakat di sana bisa memanfaatkan dan menikmati layanan hasil dari pajak yang sudah mereka bayarkan selama ini. Intinya, Saya akan prioritaskan masalah RSUD Sibar!" pungkas Bos PT Bangun Jaya (BJ) Grup yang berkantor pusat di Kota Denpasar, Bali ini. (Bersambung)

Baca Juga