Bercermin Dari Kisah Ujian Nabi Ibrahim

Mas Kelana Pun Sabar Berikhtiar, Demi Wujudkan Harapan Masyarakat 

Sidoarjo, Akuratnews.com - Sekian lama, Nabi Ibrahim belum dikaruniai anak, padahal dia sangat mendambakannya. Namun, selama itu dia tetap tabah dan bersabar.

Sikap tabah dan sabar Nabi Ibrahim itu, seiring perjalanan waktu, akhirnya Allah SWT menganugerahinya seorang putra. Tentu, Nabi Ibrahim menyambutnya suka cita. Sang putra diberi nama Ismail, dikenal Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim mengasuh dan merawat Ismail penuh kasih sayang. Ketika Ismail beranjak remaja, Nabi Ibrahim bermimpi, mendapat perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya ini. Nabi Ibrahim sempat kaget, tapi tak berselang lama dia pun tersadar.

Sebelum menjalankan perintah-Nya, Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya pada Ismail. Seketika, Ismail menjawab," Laksanakan ayah, karena itu perintah-Nya". Sewaktu Nabi Ibrahim akan menyembelih, dihentikan Allah SWT, lalu mengganti Ismail dengan wujud hewan sembelihan.

Kisah ujian Allah SWT kepada Nabi Ibrahim inilah, kemudian diperingati umat Muslim se-dunia sebagai Hari Raya Idul Adha.

Bila dicermati, rupanya bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2024 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini siap dan maju dalam laga Pilkada serentak, 9 Desember 2020 mendatang bercermin dari kisah ujian Nabi Ibrahim tersebut.

Niatan Mas Kelana maju Pilkada itu, bukan semata hasrat pribadinya, melainkan lebih didasari kemauan kuat ingin mewujudkan perubahan sesuai aspirasi sebagian besar masyarakat Sidoarjo, yaitu memajukan dan memakmurkan daerah ini.

Karena didasari kemauan kuat, maka Mas Kelana pun melakukan berbagai ikhtiar. Yakni, kerja keras diiringi rasa optimis, sabar dan telaten dalam upaya menggalang massa. Dia bersama tim-nya tiada henti melakukan sosialisasi, mendekati masyarakat untuk mendapatkan dukungan dari mereka.

Nah, apa saja ikhtiar Mas Kelana dalam upaya menggalang massa menuju laga Pilkada? Akuratnews.com mengetengahkannya sekilas dalam tulisan seri ke-45 ini.

Dikemukakan Mas Kelana, mengikuti kontestasi politik berupa Pilkada itu ibarat atlit berkompetisi dalam sebuah pertandingan.

"Sebelum maju ke gelanggang, si atlit harus mempersiapkan diri terlebih dulu. Mulai latihan teori, mental dan fisik hingga dia dinyatakan fit dan figth, siap berlaga. Sama halnya dengan saya. Namun, maaf, saya tak bisa cerita panjang lebar. Terpenting, saya sudah berikhtiar sedemikian rupa. Ketentuan berada di tangan Sang Khalik," tuturnya.

Meski begitu, lanjut Mas Kelana, dia merasa bersyukur. Lantaran, ikhtiar awal yang dia lakukan bersama tim-nya membuahkan hasil positif, walaupun belum optimal dan perlu kerja lebih keras lagi.

"Menurut survei, saya berada di puncak, saya syukuri. Tapi, hasil itu belum seberapa. Kita akan genjot lagi untuk memperoleh hasil maksimal. Intinya, saya bersama tim akan berjuang lebih optimal dalam penggalangan massa, agar hasil maksimal tercapai. Paling utama, perubahan yang diharapkan sebagian besar masyarakat kelak bisa kita wujudkan," tandasnya. (Bersambung)

Baca Juga