Menata Sidoarjo Lebih Baik

Mas Kelana Siap Kerahkan Jiwa, Tenaga dan Pikiran untuk Masyarakat

Sidoarjo, Akuratnews.com - Bertahun-tahun, proyek fisik untuk kepentingan masyarakat Sidoarjo, seperti perbaikan jalan (beraspal, beton dan paving), pembenahan saluran (afvour, irigasi dan drainase), serta pembangunan/renovasi gedung sekolah dan sejenisnya terkesan tidak optimal dan terabaikan.

Yakni, masih dijumpainya jalan bergelombang, berlubang dan hancur, berakibat korban jatuh dan menimbulkan kemacetan. Lalu, saluran ambrol, dangkal dan tersumbat, berdampak banjir dan makan korban. Kemudian, gedung sekolah rusak dan tidak memadai, menyebabkan proses pembelajaran terganggu dan seterusnya.

Meski begitu, justru pemerintah daerah lebih cenderung mengurusi keperluan fasilitas para pejabat dan instansinya, berupa pengadaan mobil dinas pejabat, mebeler, pemugaran gedung kantor dan lain-lain.

Hal itu dapat terlihat dari sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) APBD yang mencapai trilyunan per tahun. Bahkan, setiap tahun mengalami pembengkakan. Terakhir, Silpa APBD 2019 sebesar Rp1,2 trilyun. Rupanya, membengkaknya Silpa ini, akibat sejumlah proyek fisik yang telah dianggarkan, tidak terealisasi. Bila demikian, tentu masyarakat yang dirugikan.

Tak heran, bila kemudian sebagian besar masyarakat Sidoarjo menilai daerah tempat tinggal mereka ini stagnan, tidak mengalami perubahan dan perkembangan yang cukup signifikan. Bahkan, tampak jauh tertinggal, bila dibandingkan Surabaya, daerah yang berbatasan dengan Sidoarjo.

Melihat kondisi tersebut, bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2026 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini mengungkapkan, sudah saatnya Sidoarjo berubah.

"Saya yakin, sebagian besar masyarakat Sidoarjo menghendaki perubahan. Karena, mereka sudah bisa merasakan bagaimana kepemimpinan sekarang. Tak salah, kalau mereka menginginkan pergantian," katanya tersenyum.

Nah, langkah perubahan apa saja yang akan diperbuat Mas Kelana ke depan sesuai harapan masyarakat Sidoarjo itu? Akuratnews.com mengetengahkannya dalam tulisan seri ke-26 ini.

Dikemukakan Mas Kelana, apabila pemerintah daerah mau meletakkan posisi sebenarnya, sebagai abdi negara dan pelayan rakyat, semestinya mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segalanya.

"Ya, mereka seharusnya paham. Selama ini, kerja dan hidup mereka ditanggung negara menggunakan pajak rakyat. Mereka harus mencurahkan tenaga dan pikiran untuk melayani masyarakat, sesuai sumpah dan isi pakta integritas selaku ASN yang mereka teken, bukan sebaliknya. Apapun alasannya, bagi mereka, urusan masyarakat nomor satu," tegasnya.

Karenanya, lanjut Mas Kelana, kelak masyarakat Sidoarjo menaruh kepercayaan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai bupati, guna menata Sidoarjo lima tahun ke depan menjadi lebih baik, dia bakal melakukan perubahan di berbagai bidang secara menyeluruh, terutama berkaitan pelayanan publik atau kepentingan masyarakat.

"Saya kerahkan jiwa, tenaga dan pikiran untuk masyarakat. Saya tidak mau dengar mereka mengeluh soal jalan, saluran dan sekolah rusak atau apapun itu. Kalau bisa, sebelum masyarakat mengadu, saya sudah penuhi keinginan mereka terlebih dulu. Intinya, terpenting bagi saya, dapat melayani masyarakat sepenuhnya dan mereka merasa puas itu sebuah keharusan," tandasnya. (Bersambung)

Baca Juga