20 Hari Jelang Pilkada, Jangan Lupa Coblos 03!

Mas Kelana: Skor Debat Tak Berpengaruh, Terpenting Pilkada Menang

Sidoarjo, Akuratnews.com - Meski, paska 'Debat Publik II' sempat muncul dua versi skor berbeda yang mengunggulkan dua paslonkada lainnya, selain calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2020 nomor urut 03, diusung PDI Perjuangan dan PAN, serta didukung enam parpol nonparlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya dan Gelora Indonesia), juga masyarakat pro-perubahan berbagai elemen, H. Kelana (Mas Kelana) - Dwi Astutik (Bunda Astutik).

Namun, paslonkada berslogan 'Sidoarjo makmur' itu tak mempermasalahkannya, karena dinilai tak terlalu berpengaruh. Justru, paslon ini cenderung menyerahkan hasilnya terhadap masyarakat sebagai penentu kemenangan sesungguhnya pada pilkada, 9 Desember 2020 mendatang.

Terlebih, sebagian pihak berpendapat, dua kali gelaran debat publik itu tak cukup dijadikan referensi masyarakat untuk menentukan pilihan, karena kurang greget dan mencerahkan, malah membingungkan. Mereka menganggap debat publik tak ubahnya tontonan keluarga bersifat hiburan.

Nah, usai 'Debat Publik II' mendadak muncul dua versi skor berbeda mengunggulkan dua paslonkada lainnya, bagaimana Mas Kelana menyikapi hal tersebut? Akuratnews.com membeberkannya sekilas dalam tulisan seri ke-194 ini.

Dikemukakan Mas Kelana, munculnya dua versi skor debat publik berbeda itu menunjukkan adanya penggiringan opini masyarakat.

"Skor debat itu dibuat bertujuan untuk penggiringan opini masyarakat, tidak murni," katanya.

Maka itu, sambung Mas Kelana, dia tak menanggapinya serius, karena tak terlalu berpengaruh baginya.

"Lebih baik kita serahkan sepenuhnya pada masyarakat untuk menilainya. Skor debat tak terlalu berpengaruh, terpenting kita bisa menangkan pilkada. Kita yakin, masyarakat lebih mengerti siapa paslonkada yang layak dipilih," ucapnya bersemangat. (Bersambung)

Baca Juga