Selangkah Lagi Menuju Pendopo

Mas Kelana: Tak Perlu Cemas, Tetap Suarakan ‘Sidoarjo Berkelas’!

Sidoarjo, Akuratnews.com - Guna pencerahan bagi masyarakat Sidoarjo pro-perubahan, agar tak menimbulkan keresahan, tim pemenangan 'Sidoarjo Berkelas' (= Sidoarjo Bersama Kelana - Astutik) yang diketuai H. Masnuh memberikan penjelasan terkait sebab-musabab paslonkada yang diusung PDI-P dan PAN, serta enam parpol nonparlemen (Hanura, Perindo, PBB, PKPI, Berkarya dan Gelora Indonesia), H. Kelana Aprilianto (Mas Kelana) - Dwi Astutik (Bunda Astutik) sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2021-2024 belum ditetapkan KPU Sidoarjo menjadi peserta pilkada 2020 secara resmi, Rabu (23/9/2020), serta tidak dapat mengikuti pengundian nomor urut, Kamis (24/9/2020).

Menurut Masnuh sesuai keterangan Ketua KPU Sidoarjo, M. Iskak, intinya, lebih karena urusan proses verifikasi administrasi, terutama hasil tes kesehatan. Yakni, keluarnya hasil tes kesehatan Kelana - Astutik tidak bersamaan dengan dua paslonkada lainnya.

"Oleh karena, hasil tes kesehatan Kelana - Astutik baru diterima, verifikasi administrasi tentu baru dimulai. Verifikasi ini perlu waktu tiga hari. Setelah tiga hari ada perbaikan atau tidak, kalau ada perbaikan, kita serahkan paslon kurun waktu sampai 27 September. Apabila 27 September hasil perbaikan ini tidak ada masalah, ya 28 September, kita tetapkan Kelana - Astutik sebagai paslonkada," terangnya menirukan Iskak.

Nah, bagaimana pendapat Mas Kelana mengenai penundaan penetapan dan pengundian nomor urut paslonkada 'Sidoarjo Berkelas' tersebut? Akuratnews.com memaparkannya sekilas dalam tulisan seri ke-100 ini.

Mas Kelana menuturkan, dia memaklumi keputusan KPU itu dan tidak terlalu mempersoalkannya.

"Ya, kita maklumi putusan KPU itu. Toh, masih diberikan kesempatan, insha Allah kelar pada waktu yang ditentukan, lalu kita ditetapkan (sebagai peserta pilkada)," ujarnya.

Maka itu, tambah Mas Kelana, dia berharap masyarakat Sidoarjo pro-perubahan tak perlu mencemaskannya dan tetap bersemangat menyuarakan 'Sidoarjo Berkelas'.

"Tak perlu cemas, masyarakat pro-perubahan tetap semangat menyuarakan 'Sidoarjo Berkelas', tunggu 28 September," ucapnya. (Bersambung)

Baca Juga