Masker dan Hand Sanitizer Barang Penting Saat Ini, Penimbunnya Tetap Kena Lima Tahun Penjara!

Jakarta, Akuratnews.com - Baru-baru ini, praktisi hukum David Tobing menilai, penimbun masker yang diyakini membuat harga melonjak, tidak bisa dipidana. Pasalnya, sesuai Peraturan Presiden, masker dan hand sanitizer bukan masuk kategori barang pokok.

"Dari jenis-jenis Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting yang ditetapkan oleh Peraturan Presiden tersebut tidak ditemukan masker maupun hand sanitizer sehingga secara gramatikal Pasal yang menjerat para penyimpanan/penimbunan masker dan hand sanitizer yang sanksi pidananya penjara 5 tahun dan/atau denda Rp50 miliar tidak tepat digunakan," ujar David seperti dikutip dari Detikcom, Kamis (5/3).

Namun pernyataan ini dibantah pengamat hukum dan sosial, Kan Hiung. Ia menyebut, sesuai dengan asas hukum yang menyatakan Peraturan Perundang-Undangan yang lebih tinggi mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang lebih rendah.

"Tolong sampaikan kepada pak David Tobing, Peraturan Perundang-Undangan yang lebih tinggi mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang lebih rendah (asas hierarki), yang dalam bahasa Latin disebut lex superior derogat legi inferior," tandas Kan di Jakarta, Sabtu (7/3).

Berdasarkan jenis dan hierarki peraturan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia, UU RI No.7 Tahun 2014 tentang Perdagangan berkedudukan lebih tinggi dan lebih kuat dibandingkan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Jadi, ujar Kan, menjerat pelaku penimbun masker cukup menggunakan Pasal 107 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Dan semua orang mengetahui bahwa barang berupa masker adalah barang penting sebagai alat untuk mencegah penyebaran virus Corona yang lebih luas, terutama pencegahan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pencegahan secara global, karena para ahli epidemiologi di dunia sudah menyatakan dan membuktikan bahwa Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia.

"Sehingga barang berupa masker merupakan salah satu alat penting sebagai alat untuk mencegah penyebaran virus Corona semakin luas, jadi barang berupa masker sudah jelas merupakan barang penting," paparnya.

Dalil kedua, lanjut Kan, barang berupa masker adalah salah satu bagian barang penting untuk kebutuhan peralatan dan perlengkapan medis.

"Kesimpulannya, dalam keadaan seperti sekarang ini, maka jelas para penimbun masker dapat dijerat pidana dengan syarat atas perbuatan para penimbun masker memenuhi unsur-unsur pidana secara keseluruhan berdasarkan kedudukan hukum yang termaktub di dalam Pasal 7 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan," pungkas Kan.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga