Massa AMD Tengarai Cawalkot Depok Muhammad Idris Palsukan Ijazah

Depok, Akuratnews.com - Calon Wali Kota Depok, Jawa Barat, Muhammad Idris diduga kuat melakukan pemalsuan terhadap keabsahan ijazah pendidikannya. Munculnya isu tersebut, membuat massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Depok (AMD) melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (17/09/2020).

Menurut korlap aksi Ibrar, cawalkot Depok Muhammad Idris telah melakukan pemalsuan data persyaratan pencalonan dirinya menjadi calon Wali Kota Depok yakni, berupa pemalsuan Ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) di salah satu jenjang pendidikannya. Dugaan ini pun telah dilaporkan ke pihak berwajib.

"Sebelumnya terdapat pelaporan terkait pemalsuan ijazah/STTB ini di bulan maret 2020 di Direkrorat Reserse Kriminal khusus Polda Metro Jaya, SPKT Tindak pidana administrasi kependudukan." ujar Abrar dalam rilis yang diterima redaksi Akuratnews.com.

Untuk itu Ibrar menegaskan sikap Aliansi Masyarakat Depok yang harus ada tindak lanjut secara tegas terhadap pelaporan yang sudah ada itu.

Aksi yang dipusatkan di depan kantor Kemendagri itu kemudian dilajutkan ke kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai PKS di Jl.TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Di depan kantor DPP Partai PKS, massa aksi menyampaikan aspirasinya. Salah satu yang disampaikan yaitu mengenai tidak etisnya sebuah parta politik merekomendasikan kadernya yang bermasalah untuk maju dalam pilkada.

Tak cuma di kantor PKS, massa AMD kemudian menggereduk kantor KPU dan BAWASLU kota Depok. Kedua instansi penyelenggara pemilu di kota depok ini, mereka meminta Muhammad Idris diskualifikasi dari pencalonan sebagai calon walikota depok.

Selain menduga kuat adanya pemalsuan Ijazah/STTB di salah satu jenjang pendidikannya, massa AMD juga menyampaikan sejumlah tuntutan mereka.

Pertama, mendesak KPU Depok untuk mendiskualifikasi dokumen paslon atas pasangan bakal calon Muhammad Idris-Imam Budi Hartono karena Muhammad Idris terdapat dugaan cacat hukum.

Kedua, mendesak Mendagri untuk menegur calon Wali Kota Depok Muhammad Idris atas dugaan masalah hukum pemalsuan data Ijazah

Ketiga, mendesak pihak kepolisian (Kapolres/Polda Metro Jaya) untuk segera memproses hukum Muhammad Idris atas dugaan pemalsuan data sesuai dengan 263 KUHP ayat 1 dan 2

Keempat, meminta dan mendesak Presiden Partai PKS M. Sohibul Iman untuk menarik rekomendasi Partai PKS dari pasangan bakal calon walikota depok Muhammad Idris-Imam Budi Hartono dalam Pilkada 2020 mendatang.

Penulis: Redaksi

Baca Juga