Masuk Sebagai Kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru, Mengapa Jokowi Begitu Andalkan Ahok?

Basuki Tjahaja Purnama

Namun, mengapa pengumuman nama Ahok tetap dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi? Seperti pernyataan Fadli Zon, apakah itu menunjukkan bahwa Ahok memang merupakan sosok yang begitu dekat dengannya?

Jokowi Alami Alternative Blindness?

Terkait pertanyaan tersebut, kegusaran pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin nampak menarik untuk direfleksikan. Gusarnya, dari 250 juta penduduk yang ada, mengapa nama Ahok yang justru dipilih oleh Presiden Jokowi?

Rolf Dobelli dalam bukunya yang tersohor The Art of Thinking Clearly, menyebutkan terdapat suatu bias kognitif yang kerap terjadi, yang mana itu membuat seseorang melupakan pilihan alternatif atas sesuatu. Bias kognitif tersebut disebut sebagai alternative blindness.

Menurut Dobelli, bias tersebut benar-benar menjadi langganan bagi aktivitas kognitif manusia, tak terkecuali bagi politisi.

Pada konteks Ahok, bias tersebut terlihat jelas, seperti yang diungkapkan oleh Ujang, mengapa Presiden Jokowi justru menyebut nama Ahok dari sekian banyak opsi yang tersedia. Di sini telah terjadi kebutaan akan alternatif lainnya.

Terjadinya bias tersebut boleh jadi memang tidak terlepas dari hubungan Presiden Jokowi dan Ahok yang disebut begitu dekat. Pada Mei 2018 lalu misalnya, Ahok pernah menjawab bahwa Presiden Jokowi adalah sahabatnya ketika ditanya tentang siapa sosok yang dianggapnya sebagai sahabat. Lanjut Ahok, Presiden Jokowi juga pasti akan menjawab namanya jika ditanya pertanyaan yang sama.

Selain itu, ditempatkannya Ahok di posisi strategis, seperti Komut PT Pertamina ataupun katakanlah nantinya akan menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara Baru juga dapat dipahami sebagai sebuah strategi politik.

George C. Edwards III dalam tulisannya yang berjudul Neustadt’s Power Approach to the Presidency, menyebutkan bahwa perluasan pengaruh presiden dapat dilakukan melalui relasi-relasi yang dimilikinya. Melalui relasi-relasi tersebut, presiden dapat menyebarkan pengaruhnya di tempat-tempat kekuatan lain.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga